Bab landasan teori tinjauan umum Men Space di Jakarta Defininisi Men



Yüklə 257,54 Kb.
səhifə3/4
tarix20.09.2017
ölçüsü257,54 Kb.
1   2   3   4

2.6.1 Klasifikasi Aktivitas pada Lounge

  • Duduk bersantai

  • Duduk sambil mengobrol

  • Makan dan minum

  • Menikmati fasilitas lounge


2.6.2 Klasifikasi Fasilitas pada Lounge

Dengan adanya berbagai macam aktivitas yang terjadi di dalamnya, suatu ruangan pasti harus memiliki fasilitas yang disediakan untuk menunjang aktivitas tersebut. Fasilitas terdiri dari fasilitas utama yang digunakan sebagai aktivitas sebagai fungsi utama suatu ruang dan fasilitas pendukung yang digunakan untuk mendukung dari aktivitas utama.

Fasilitas utama yang terdapat pada lounge


  • Sofa

  • Coffee Table

  • Kursi Makan

  • Meja Makan

Fasilitas pendukung utama lain yang akan mengisi lounge merupakan, pool billiard, ping pong, foosball,air hockey dan game arcade.

1. Pool Billiard



Billiard adalah sebuah cabang olahraga yang masuk dalam kategori cabang olahraga konsentrasi, sehingga sangat dibutuhkan ketahanan dan pemahaman mental yang benar serta harus ditunjang oleh kemampuan fisik yang prima agar mampu berprestasi lebih tinggi dan stabil. Cabang olahraga ini dimainkan di atas meja dan dengan peralatan bantu khusus serta peraturan tersendiri. Permainan ini terbagi dari berbagai jenis antara lain, carom, English billiard dan pool. Permainan ini dapat dimainkan secara perorangan maupun tim. Sampai saat ini, tahun 2012, yang sangat berkembang di Indonesia adalah jenis pool dan itupun masih terbagi dalam nomor bola 15, bola 8, dan bola 9. Dahulu sampai saat ini di Indonesia, billiard identik dengan olahraga yang selalu dimainkan oleh para lelaki.

Fasilitas yang diperlukan untuk bermain billiard yaitu:



  • Meja billiard beserta peralatannya seperti bola dan stik.

  • Stick holder untuk meletakkan stik permainan yang akan digunakan

  • Sofa bench untuk area istirahat dalam permainan


ada pool, analisa anthropometri adalah untuk menentukan keergonomisan furniture termasuk didalamnya meja billiard. Jarak bersih antar meja adalah 250 cm – 300 cm dengan jangkauan bersih permainan adalah 150 cm dengan tinggi meja sekitar 110 cm, ukuran meja yang dipakai adalah 9 kaki.

Gambar 2.14. Anthopometri pada permainan pool

(Sumber: Dimensi Manusia & Ruang Interior. Panero, J. & Zelnik, M.)

2. Ping pong/ Tenis Meja



Ping pong atau Tenis meja adalah cabang olahraga yang dimainkan di dalam gedung (indoor game) oleh dua pemain atau empat pemain. Cara memainkannya dengan menggunakan raket (bet) yang dilapisi karet berbintik yang menonjol keluar untuk memukul bola celluloid melewati jaring yang tergantung di atas meja yang dikaitkan, pada dua tiang jaring. Permainan tenis meja atau lebih dikenal dengan istilah lain, yaitu ping pong adalah merupakan suatu cabang olahraga yang unik dan bersifat rekreatif. 

Fasilitas yang diperlukan untuk bermain ping pong/ tenis meja yaitu:



  • M
    eja Lapangan

Gambar 2.15. Meja lapangan

(Sumber: Wikipedia)


  • B
    ola dan Raket tenis meja

Gambar 2.16. Meja lapangan

(Sumber: Google)
3. Foosball

Foosball atau sepak bola meja adalah permainan sepak bola yang dimainkan diatas meja. Cara permainan adalah Awalnya, bola dimasukkan lewat sebuah lubang, atau diletakkan dengan tangan di tengah. Pemain kemudian akan ditentukan lewat lempar koin. Para pemain harus memasukkan bola dengan memutar batangan dengan pemain-pemain. Pemain profesional dapat menendang bola dengan kecepatan 56 km/jam (35 mil/jam).

Pemenang ditentukan oleh skor masing-masing, umumnya lima, sepuluh, atau sebelas. Namun pada pertandingan Bonzini gol yang ditentukan adalah tujuh.

Ukuran meja sepak bola dapat beragam, namun pada umumnya panjangnya 120 cm (4 kaki) dan selebar 61 cm (2 kaki). Pada meja sepak bola umumnya terdapat 8 jajar pesepak bola, yang umumnya terbuat dari plastik, metal, kayu, atau serat karbon. Biasanya terdapat 1, 2, atau 3 orang yang mengendalikan 4 jajar pesepak bola.


Gambar 2.16. Meja Foosball

(Sumber: Google)

Sepak bola meja dapat dimainkan oleh empat orang secara "double", sehingga dalam satu tim terdapat dua orang. Pada permainan ini, satu pemain mengontrol bagian pertahanan sementara satu pemain lainnya mengontrol bagian tengah dan penyerang.
4. Air Hockey

Air Hockey adalah suatu permainan untuk dua pemain saling bersaing mencetak poin pada meja permainan hoki yang licin dan halus untuk saling mengadukan sebuah objek pada permukaan khusus. Air Hockey membutuhkan meja hoki udara, dua Mallets dan keeping-kepingan untuk bermain. Sebuah meja Air Hockey khas terdiri dari permukaan bermain halus yang besar, rel sekitarnya untuk mencegah keping dan palu meninggalkan meja, dan slot di rel di kedua ujung meja yang berfungsi sebagai tujuan. Di ujung meja di belakang dan di bawah tujuan, biasanya ada pengembalian keping. Selain itu, meja biasanya akan memiliki semacam mesin yang menghasilkan bantalan udara pada permukaan bermain melalui lubang-lubang kecil, dengan tujuan mengurangi gesekan dan meningkatkan kecepatan bermain. Dalam beberapa meja, mesin tersebut dihindari demi sebuah permukaan meja licin, biasanya plastik, untuk kepentingan menyimpan uang di kedua manufaktur dan biaya pemeliharaan.. Ada juga pucks yang menggunakan baterai dan kipas untuk menghasilkan bantalan udara mereka sendiri, tetapi karena mereka rentan terhadap kerusakan, mereka umumnya dipasarkan hanya sebagai mainan.

Fasilitas yang dibutuhkan untuk bermain air hockey:

1
. Meja Air Hockey

Gambar 2.18. Meja lapangan

(Sumber: Google)

2. Air Hockey Mallets dan Air Hockey Pucks




Gambar 2.19 Meja lapangan

(Sumber: Google)
5. Permainan Arkade/ Game Arcade

Permainan arkade  atau populer dengan sebutan  Ding-Dong di Indonesia adalah salah satu genre permainan komputer di dalam box. Ciri-ciri permainan arcade adalah mempunyai level yang singkat, kontrol yang mudah, karakter-karakter, serta tingkat kesulitan yang bertambah dengan cepat.

Jenis permainan ini dirancang untuk memancing adrenalin pemain serta tidak membutuhkan jalan cerita yang bagus. Permainan ini kadang-kadang membutuhkan kelincahan dalam memegang kontrol dan membutuhkan waktu belajar yang relatif singkat. Sifat dari permainan arkade adalah real-time.

Fasilitas yang diperlukan untuk bermain game arcade adalah:

1. Box Machine game


Gambar 2.20 Game Arcade area

(Sumber:google)
2.7. Tinjauan Khusus (Survey)

2.7.1 The Goods Dept

2.7.1.1 Sejarah The Goods Dept

The Goods Dept berawal dari sekelompok organisasi musik, yaitu Future 10 yang mengadakan acara bernama Brightspot Market pada tahun 2009 yang merupakan gabungan dari berbagai produk urban fashion yang diadakan dalam satu tempat.

Brightspot Market sendiri adalah adalah sebuah konsep ritel unik yang diadakan beberapa kali per tahun di lokasi yang berbeda. Tujuan dari Brightspot adalah untuk mengumpulkan desainer lokal dan internasional, seniman dan pengecer untuk memamerkan berbagai produk yang unik. Tujuan Brighspot Market mendukung mereka yang inovatif dan asli dengan memberikan kesempatan untuk mempresentasikan hasil kerja mereka kepada audiens yang lebih besar. Dari tahun 2009, Brightspot Market diadakan setahun 2 kali. Dan Brightspot Market diadakan 4 hari setiap acaranya.

Selama Brightspot berjalan untuk pertama kalinya pada tahun 2009, acaranya berlangsung dengan sukses dengan apa yang diharapkan. Para pengunjung antusias dengan diadakan Brightspot tersebut bahkan tempat yang disediakan kurang memadai karena harapan pengunjung yang datang diluar ekspetasi dan sangat ramai.



Gambar 2.21. Brighspot Market

(Sumber : Google)
Dan Tahun Berikutnya, Future 10 mengadakan Brightspot Market di tempat yang lebih besar. Para pengunjung tidak berkurang ramainya dibandingkan tahun lalu (2009). Setiap tahunnya atau setiap acaranya, Brightspot selalu menampilkan sesuatu yang baru mulai dari acaranya, produk yang masuk lebih banyak, entertain-nya dan banyak lagi. Yang membedakan Brightspot dengan acara fashion lainnya adalah Brightspot terus melahirkan desainer-desainer baru yang ingin memperlihatkan kreativitas dan inovasi mereka di bidang fashion. Setelah Brightspot berjalan, pada akhir tahun 2010 future 10 membuka inovasi baru dengan membuat The Goods Dept. yaitu konsep dimana hal yang sama seperti Brightspot namun bersifat long-term. Sejak awal 2009 Brightspot Market telah mendapatkan pengakuan dari masyarakat luas karena menjadi tempat untuk menemukan semua hal yang unik dan bagus di bawah satu atap. Pada tanggal 9 Desember 2010, tim Brightspot membuat dan membuka The Goods Dept. di dalam ruang 1.066 meter persegi yang bertempat di Plaza Indonesia. Lingkungan ritel unik dan multidimensi akan menjadi tren untuk fashion alternatif dan produk-produk gaya hidup dari desainer Indonesia yang independen dan merek internasional paling keren. Mereka yang akan berada di The Goods Dept. akan menemukan segala sesuatu mulai dari pakaian dan aksesoris sampai homewear yang unik, sepeda, kamera dan banyak lagi. Tempat ini akan menampilkan berbagai acara termasuk pameran seni, pemutaran film dan fashion show.

Gambar 2.22. Logo The Goods Dept



(Sumber: Google)
Pada Akhir Desember Pada akhir Desember The Goods Dept juga meluncurkan The Goods Cafe, kafe dan bar yang menyajikan berbagai makanan dan minuman. The Goods Café dibuat untuk para pengunjung yang juga ingin merasakan sesuatu yang baru dari The Goods Dept. Mereka berada di satu tempat ketika dimana konsumen bisa menikmati shopping dan makan di satu tempat.

Konsep yang dibuat The Goods Dept tidak jauh dengan apa yang dibuat dengan Brighspot Market dan bukan berarti Brightspot Market telah ditiadakan. Namun The Goods Dept. memberikan sifat long-term ketika pengunjung ingin mencari barang yang mereka inginkan ketika tidak bisa didapatkan di Brightspot Market. Namun, Brightspot Market tetap diadakan seperti biasanya dengan frekuensi setahun dua kali.



2.7.1.2 Lokasi The Goods Dept

Lokasi Survey The Goods Dept terletak di Pacific Place 1st Floor, Jl. Jend. Sudirman Kav.52-53 SCBD, Jakarta Selatan 12190 Indonesia.



Gambar 2.23. Peta lokasi The Goods Dept (Pacific Place)

(Sumber : Google Map)

Selain Lokasi yang berada di Pacific place, The Goods Dept Juga mempunyai dua cabang lain yang berlokasi di Pondok Indah Mall 2, Lantai 3. Jl. Metro Pondok Indah Jakarta 12310, Indonesia. Selain itu lokasi lain berada di Shopping Lotte Avenue Lantai 1 unit 1F. Jl. Prof. Dr. Satrio Kav 3-5, Karet, Kuningan Jakarta 12940.


2.7.1.3 Fasilitas The Goods Dept

1. Retail Fashion & Accecories Pria dan Wanita

2. Retail Homewares, Music, Books, Kids, elektronik

3. Kafe
2.7.1.4 Struktur Organisasi

Dalam menjalankan kegiatannya, setiap organisasi mempunyai struktur dan peranannya masing-masing dalam menjalankan tujuan organisasi. Hal tersebut diupayakan agar sebuah perusahaan atau usaha yang dibangun dapat berjalan dengan baik dan mencapai target. Di dalam The Goods Dept. sendiri, struktur organisasinya cukup memadai untuk menjalankan usahanya di bidang fashion. Struktur Organisasi tersebut digambarkan sebagai berikut:

Gambar 2.24. Struktur Organisasi The Goods Dept

(Sumber : Dokumen Nur Shabrina, 2015)

2.7.1.5 Desain The Goods Dept

Pada saat memasuki The Goods Dept Pacific place suasana modern Urban sangat terasa, Berkiblat kepada desain interior yang sedang tren saat ini dengan konsep yang natural dan raw industrial yang sangat kental.

Profil Tampak Depan The Goods Dept (Pacific Place)

Gambar 2.25. Tampak Depan

(Sumber : Google)

Gambar 2.26 Entrance masuk pertokoaan

(Sumber : Google)

Analisa desain interior dapat diuraikan menurut fasilitas yang ada, yaitu

Sebagai berikut:

1. Ruang Pajang

Ruang Pajang adalah ruang yang berfungsi untuk memajang produk-produk yang dijual. Ruang Pajang pada The Goods Dept Pacific Place terbagi 3 sayang utama yaitu, Pada saat memasuki awal ruang pajang anda akan menemukan ruang pajang segala aksesoris, homewares dan elektronik yang dipajang dekat dengan resepsionis. Lalu lebih masuk lagi kedalam anda akan menemukan ruang pajang sepatu, sisi sebelah Kiri adalah khusus untuk wanita sedangkan sebelah kanan untuk pria dan di bagian ujung terdapat ruang pajang untuk anak-anak.

Gambar 2.27. Ruang Pajang The Goods Dept

(Sumber : thegoodsdept.com)

Didalam ruangan ini juga terdapat ruang khusus pegawai dan juga gudang stock. Ceiling treatment pada ruang ini hanya dilakukan pengecetan berwarna hitam dan memberi pendant lamp dengan model yang sederhana, terlihat kolom dan lainnya, yang sangat mencerminkan kesan industrial. Pada lantai hanya berupa semen plester, dan hanya diberi karpet. Untuk dinding hanya dicat hitam. Permainan estetika berada pada penggunaan furniture yang rata rata didominasi oleh kayu. Permainan cahaya juga mendukung ambiance yang baik. Selain pencahayaan buatan, Pencahayaan Alami juga dipergunakan. Kaca besar menghiasi ruangan ini.




Gambar 2.28. Produk display untuk wanita

( Sumber : Dokumen Nur Shabrina, 2015)

2. Area Kafe

Area Kafe Pada The Goods dept Pacific Place terdapat disekitar pintu entrance menuju ruang berbelanja. Area kafe yang disediakan lumayan besar. The Goods café yang berukuran lebih besar terdapat disamping entrance, sedangkan untuk area duduk yang lebih kecil terdapat di bagian entrance sebelum memasuki area berbelanja. Kesan tempat ini berkesan teratur dan simple. Terdapat sisi art pada wall treatment, yang dibuat mural menggunakan chalk board, Pemilihan material kayu juga mendominasi tempat terlihat dari penggunaan material lantai dan wall panel. Furniture yang dipakai itu sendiri seperti meja dan kursi menjadi sisi yang menonjol dengan warna hijau tosca.


2.7.1.6 Analisa SWOT pada The Goods Dept

  1. Strength

  • The Goods Dept penggagas pertama sebuah concept store yang menjual berbagai macam kebutuhan fashion pria dan wanita aksesoris, dan homewares.

  • The Goodsdept Merupakan Concept store yang terbesar di Jakarta, khususnya Jakarta Selatan.




  • Telah memiliki cabang dengan lokasi yang begitu strategis.

  • Memiliki cafe

  1. Weakness

  • Space untuk keberagaman untuk aneka product masih kurang

  1. Opportunity

  • Adanya sasaran pasar yang luas karena masyarakat urban saat ini cenderung lebih konsumtif untuk berbelanja, dan masyarakat saat ini sudah mengikuti tren yang ada.

  1. Thread

  • Sudah mulai berhadiran concept store baru, dengan kualitas hampir sama.


2.7.2 Hard Rock Cafe

2.7.2.1 Sejarah Umum Hard Rock Cafe

Hard Rock cafe pertama kali dibuka pada tanggal 14 Juni 1971 di London, Inggris oleh dua orang pemuda Amerika Serikat bernama Peter Morton dan Isaac Tigrett. Pada awalnya Hard Rock memiliki dekorasi ekletik namun kemudian mulai menampilkan dekorasi memorabilia. Hard Rock merupakan salah satu tempat ditampilkannya koleksi memorabilia rock and roll terbesar di dunia. Pada 1982, Hard Rock mulai memperluas jaringannya ke berbagai kota di dunia seperti Toronto, Los Angeles, San Francisco, Chicago, Paris dan Berlin.

Hard Rock Cafe dikenal sebagai kafe musik yang menampilkan berbagai koleksi memorabilia rock and roll. Kafe-kafe Hard Rock Cafe biasanya menerima sumbangan-sumbangan memorabilia musik, namun juga membeli sejumlah item dalam acara lelang di seluruh dunia, termasuk gitar bertandatangan, kostum dari tur terkenal musisi-musisi dunia dan foto-foto langka. Barang-barang ini dapat ditemukan dipajang di dinding-dinding kafe. Pengoleksian dimulai pada tahun 1979; item pertama yang dikoleksi adalah gitar Fender Lead II milik Eric Clapton yang saat ini bisa dijumpai di kafe pertama di London.[4] Hingga saat ini, Hard Rock telah mengumpulkan lebih dari 70.000 item.



2.7.2.2 Sejarah Hard Rock Café Jakarta

Pada tahun 1992, Adiguna bersama soetikno dan Onky mendirikan Hard Rock Café di Gedung Sarinah, Jalan MH Thamrin. Joint venture ini membuahkan group usaha yang dikenal sebagai MRA (Mugi Rekso Abadi) Group. Hard Rock Cafe memiliki keunggulan dibandingkan dengan kafe-kafe lain yang ada, karena hard rock café pada mulanya berasal dari Amerika, Hard Rock Café sering mendatangkan Artis Nasional maupun Internasional untuk mengadakan konser.

Pada usia yang ke-11 tahun, Hard Rock Café akan berpindah tempat. Tanggal 31 Desember 2003 merupakan terakhir kali para hard rockers merayakan malam tahun baru di Gedung Sarinah karena Hard Rock Café akan pindah ke lokasi baru di Plaza Indonesia-EX (Entertaiment X’nter) Maret atau April 2004. Kemudian Hard Rock Café kembali menempati lokasi baru yaitu di Pacific Place pada tahun 2013.

Selain menjadi tempat untuk acara-acara personal, Hard Rock Café Jakarta kerap di jadikan tempat untuk acara acara corporate seperti Press Conference, Press Gathering, Company Gathering dan launching product. Hard Rock Café Jakarta menggabungkan konsep kafe, restoran, bar, memorabilia-memoribilia, serta event-event live music menjadi satu kesatuan penyajian merek. Perkembangan Hard Rock dalam industri layanan, tidak hanya pada fungsionalitas kafe, restoran, hotel dan casino semata, namun Hard Rock dapat menciptakan atmosphere atau suasana yang dinamis, salah satunya dengan music sehingga menjadi satu pengalaman yang unik bagi pelanggannya. (Sumber : Ayu, Kartika.(2010). Pengaruh pemasaran eksperensial terhadap loyalitas pelanggan (studi kasus: Hard Rock Café Jakarta. Skripsi Strata 1. Universitas Indonesia).


2.7.2.3 Lokasi Hard Rock Café Jakarta

Lokasi Hard Rock Café di Pacific Mall, Ground Floor #G-05

Jalan Jend.Sudirman Kav. 54-55, Jakarta Indonesia.


Gambar 2.29 Denah lokasi Hard Rock Cafe

Sumber : Google Map


2.7.2.3 Fasilitas Hard Rock Cafe


1. Dining Area

Gambar 2.30 Dining Area Hard Rock Cafe

( Sumber : www.hardrock.com)

2
. Bar

Gambar 2.31 Bar Hard Rock Cafe

( Sumber : www.hardrock.com)


3
. Music Stage

Gambar 2.32 Music Stage Hard Rock Cafe

( Sumber : www.hardrock.com)

4. Lounge



Gambar 2.33 Lounge Hard Rock Cafe

( Sumber : www.hardrock.com)


5. Rock Shop

Gambar 2.34 Rock Shop Hard Rock Cafe

( Sumber : www.hardrock.com)


6. Patio Bar

Gambar 2.35 Patio Bar Hard Rock cafe

( Sumber : www.hardrock.com)

Gambar 2.36 Patio bar Hard Rock Cafe

( Sumber : www.hardrock.com)


2.7.2.4 Struktur Organisasi Hard Rock Cafe

Gambar 2.37. Struktur Organisasi Hard Rock Cafe

(Sumber : Dokumen Nur Shabrina, 2015)




Dostları ilə paylaş:
1   2   3   4


Verilənlər bazası müəlliflik hüququ ilə müdafiə olunur ©genderi.org 2019
rəhbərliyinə müraciət

    Ana səhifə