Gangguan kepribadian dan perilaku masa dewasa



Yüklə 103,99 Kb.
səhifə1/3
tarix17.09.2017
ölçüsü103,99 Kb.
  1   2   3

GANGGUAN KEPRIBADIAN DAN PERILAKU MASA DEWASA

Tugas ini disusun sebagai Tugas Mata Kuliah Remedial Psikiatri Semester VII

Tahun Ajaran 2013/2014

Disusun Oleh:

Octaryanto Hergieansyah 190110100024

Shabrina Syfa 190110100086

Nuri Sabila Mushalliena 190110100113

Santi Lestari Sidjabat 190110100122

Sarah F. Fathoni 190110100124

Efika Fiona 190110100128

Afrili Suyari 190110100131

Yolanda Chyntya N. B. 190110100132

Ratri Fadillah 190110100137





FAKULTAS PSIKOLOGI

UNIVERSITAS PADJADJARAN

2013

GANGGUAN KEPRIBADIAN DAN PERILAKU MASA DEWASA

Pengklasifikasian gangguan kepribadian dan perilaku masa dewasa yang digunakan pada makalah ini mengikuti pengklasifikasian dari PPDGJ III (F60 - F69).



PENDAHULUAN

Bagian ini mencakup berbagai keadaan dan pola perilaku yang klinis bermakna yang cenderung menetap dan merupakan ekspresi dari gaya hidup yang khas dari individu serta cara berhubungan dengan diri sendiri dan orang lain. Beberapa dari keadaan dan pola perilaku ini timbul secara dini dalam masa pertumbuhan atau perkembangan individu, sebagai hasil dari baik faktor konstitusional maupun pengalaman sosial, sementara lainnya didapat pada masa kehidupan selanjutnya.



F60 – F62 Gangguan Kepribadian Khas, Campuran, dan Gangguan Kepribadian Lainnya, serta Perubahan Kepribadian yang Berlangsung Lama

Tipe keadaan ini terdiri dari pola perilaku yang tertanam dalam dan berlangsung lama, muncul sebagai respons yang kaku terhadap rentangan situasi pribadi dan sosial yang luas. Hal ini menggambarkan deviasi ekstrim maupun deviasi bermakna dari cara individu pada umumnya dalam suatu budaya tertentu memandang, memikirkan, merasakan, dan khususnya berhubungan dengan orang lain. Pola perilaku demikian cenderung stabil dan meliputi bermacam-macam perilaku dan fungsi psikologis. Kebanyakan, tetapi tidak selalu, berhubungan dengan berbagai derajat penderitaan pribadi dan masalah dalam fungsi sosial dan penampilan.

Gangguan kepribadian berbeda dari perubahan kepribadian dalam waktu dan cara terjadinya: gangguan kepribadian adalah suatu proses perkembangan yang timbul pada masa kanak atau remaja dan berlanjut pada masa dewasa. Gangguan kepribadian bukan keadaan sekunder dari gangguan jiwa lain atau penyakit otak, meskipun dapat mendahului dan timbul bersamaan dengan gangguan lain. Sebaliknya, perubahan kepribadian adalah suatu proses yang didapat, biasanya pada usia dewasa, setelah stress berat atau berkepanjangan, deprivasi lingkungan yang ekstrem, gangguan jiwa yang parah atau penyakit/cedera otak.

Setiap keadaan dalam kelompok ini dapat diklasifikasikan menurut manifestasi perilaku yang predominan. Namun demikian, klasifikasi seperti ini umumnya terbatas pada deskripsi dari serangkaian tipe dan subtipe yang tidak saling menyisihkan dan bahkan dapat bertumpang tindih pada beberapa ciri khasnya.

Karena itu gangguan kepribadian dibagi lagi menurut kelompok dari sifat yang menyerupai manifestasi perilaku yang paling sering atau yang paling menonjol. Jadi subtipe yang digambarkan mudah dikenal sebagai bentuk yang utama dari deviasi kepribadian. Dalam membuat diagnosis gangguan kepribadian, klinisi harus mempertimbangkan semua aspek fungsi pribadi, meskipun untuk kemudahan dan efisiensi formulasi diagnostic, akan merujuk hanya pada dimensi atau sifat yang mencapai ambang keparahan penyakit.

Penilaian harus didasarkan pada sebanyak mungkin sumber informasi. Meskipun kadang-kadang memungkinkan untuk mengevaluasi keadaan kepribadian pasien dalam satu wawancara saja, namun sering memerlukan lebih dari sekali wawancara untuk mengumpulkan data dari informan.

Siklotomia dan gangguan skizotipal sebelumnya diklasifikasikan bersama dalam gangguan kepribadian, tetapi sekarang diklasifikasikan di tempat lain (siklotimia F30-F39 dan gangguan skizotipal F20-F29), karena keduanya mempunyai persamaan dalam banyak aspek dengan gangguan lain di blok tersebut (misalnya fenomena, riwayat keluarga).

Subdivisi dari perubahan kepribadian didasarkan pada penyebab atau kejadian yang mendahuluinya, yaitu malapetaka, tekanan atau regangan yang berkepanjangan, dan penyakit jiwa (menyingkirkan skizofrenia residual, yang digolongkan pada F20.5).

Penting untuk memisahkan keadaan kepribadian dari gangguan yang termasuk dalam kategori lain dalam buku ini. Kalau keadaan kepribadian mendahului atau mengikuti suatu gangguan psikiatrik yang terbatas waktunya atau kronis, keduanya harus dimasukkan dalam diagnosis. Penggunaan diagnosis multiaksial bersama dengan klasifikasi inti dari gangguan jiwa dan faktor psikososial akan mempermudah perekaman berbagai keadaan dan gangguan demikian.

Keanekaragaman budaya dan daerah dalam manifestasi keadaan kepribadain adalah penting, tetapi pengetahuan khusus dalam bidang ini masih jarang. Keadaan kepribadian yang muncul sering kali dikenal pada bagian dunia tertentu, tetapi tidak serasi dengan satu pun subtipe yang khas di bawah ini, dapat digolongkan sebagai gangguan kepribadian “lainnya” dan diidentifikasi melalui kode lima – karakter yang disediakan dlaam penyesuaian klasifikasi ini untuk suatu negara atau daerah tertentu. Variasi local dalam manifestasi gangguan kepribadian dapat juga dicerminkan dalam kata-kata dari pedoman diagnostic yang disediakan untuk keadaan ini.



F60 GANGGUAN KEPRIBADIAN KHAS

Gangguan kepribadian khas adalah suatu gangguan berat dalam konstitusi karakterologis dan kecenderungan perilaku dari individu, biasanya meliputi beberapa bidang dari kepribadian dan hampir selalu berhubungan dengan kekacauan pribadi dan sosial. Gangguan kepribadian cenderung muncul pada akhir masa kanak atau masa remaja dan berlanjut pada usia dewasa. Karenanya diagnosis gangguan kepribadian tidak cocok apabila diberikan pada usia di bawah 16 atau 17 tahun. Pedoman diagnostik umum untuk semua gangguan kepribadian diberikan berikut ini; juga disediakan deskripsi pelengkap untuk tiap subtipe.



Pedoman Diagnostik

Keadaan yang tidak disebabkan langsung oleh kerusakan atau penyakit otak berat, atau gangguan jiwa lain, tetapi memenuhi kriteria berikut:



  1. Sikap dan perilaku yang amat tak serasi yang meliputi biasanya beberapa bidang fungsi, misalnya: afek, kesadaran, pengendalian impuls, cara memandang dan berpikir, serta gaya berhubungan dengan orang lain;

  2. Pola perilaku abnormal berlangsung lama, berjangka panjang dan tidak terbatas pada episode penyakit jiwa;

  3. Pola perilaku abnormalnya pervasive dan jelas maladaptif terhadao berbagai keadaan pribadi dan sosial yang luas;

  4. Manifestasi di atas selalu muncul pada masa kanak atau remaja dan berlanjut sampai usia dewasa;

  5. Gangguannya menjurus kepada penderitaan pribadi yang berarti, tetapi hal ini mungkin hanya menjadi nyata kemudian dalam perjalanan penyakitnya;

  6. Gangguan ini biasanya, tetapi tidak selalu, berhubungan secara bermakna dengan masalah pekerjaan dan kinerja sosial.

Untuk budaya yang berbeda, mungkin penting untuk mengembangkan seperangkat kriteria khas yang berhubungan dengan norma sosial, peraturan, dan kewajiban. Untuk mendiagnosis kebanyakan dari subtipe di bawah ini, bukti nyata biasanya dibutuhkan tentang adanya paling sedikit tiga dari ciri atau perilaku yang diberikan dalam deskripsi klinis.

F60.0 Gangguan Kepribadian Paranoid

Gangguan kepribadian ditandai oleh:



  1. Kepekaan berlebihan terhadap kegagalan dan penolakan;

  2. Kecenderungan untuk tetap menyimpan dendam, misalnya menolak untuk memaafkan suatu penghinaan atau luka hati atau masalah kecil;

  3. Kecurigaan dan kecenderungan pervasif untuk menyalah artikan tindakan orang lain yang netral atau bersahabat sebagai suatu sikap permusuhan atau penghinaan;

  4. Mempertahankan dengan gigih bila perlu dengan kekuatan fisik tentang hak pribadinya yang sebenarnya tidak sesuai dengan keadaan sebenarnya;

  5. Kecurigaan yang berulang, tanpa dasar, tentang kesetiaan seksual dari pasangannya;

  6. Kecenderungan untuk merasa dirinya penting secara berlebihan yang dinyatakan dalam sikap menyangkut diri yang menetap;

  7. Dirundung oleh rasa persekongkolan dari suatu peristiwa terhadap baik diri pasien maupun dunia pada umumnya tanpa bukti.

Termasuk: paranoid ekspansif, (gangguan) kepribadian paranoid yang sensitive dan suka mengeluh/membantah dan fanatik.

Tak termasuk: gangguan waham (F22.-) skizofrenia (F20.-)

F60.1 Gangguan Kepribadian Skizoid

Gangguan kepribadian yang memenuhi deskripsi berikut:



  1. Hanya sedikit saja, bila ada, aktivitas yang memberikan kebahagiaan;

  2. Emosi dingin, afek dasar;

  3. Kurang mampu untuk menyatakan kehangatan, kelembutan, atau kemarahan terhadap orang lain;

  4. Ketidakpedulian yang nyata terhadap pujian atau kecaman;

  5. Kurang tertarik untuk menjalin pengalaman seksual dengan orang lain (dengan memperhitungkan umurnya);

  6. Hampir selalu memilih aktivitas yang menyendiri;

  7. Dirundung oleh fantasi dan introspeksi yang berlebihan;

  8. Tidak mempunyai teman dekat atau hubungan pribadi yang akrab (kalau ada hanya satu) dan keinginan untuk mempunyai hubungan seperti itu;

  9. Sangat tidak sensitive terhadap norma dan kebiasaan sosial yang berlaku

Tak termasuk: sindrom Asperger (F84.5), Gangguan waham (F22.0), Gangguan schizoid masa kanak (F84.5), Skizofrenia (F20.-), Gangguan skizotipal (F21)

F60.2 Gangguan Kepribadian Dissosial

Gangguan kepribadian ini biasanya timbul karena perbedaan yang besar antara perilaku dan norma sosial yang berlaku, dan ditandai oleh:



  1. Bersikap tidak peduli dengan perasaan orang lain;

  2. Sikap yang amat tidak bertanggung jawab dan menetap dan tidak peduli terhadap norma, peraturan dan kewajiban sosial;

  3. Tidak mampu untuk mempertahankan hubungan agar berlangsung lama, meskipun tidak ada kesulitan untuk mengembangkannya;

  4. Mudah menjadi frustrasi dan bertindak agresif, termasuk tindak kekerasan;

  5. Tidak mampu untuk menerima kesalahan dan belajar dari pengalaman, terutama dari hukuman;

  6. Sangat cenderung untuk menyalahkan orang lain, atau menawarkan rasionalisasi yang dapat diterima, untuk perilaku yang telah membawa pasien dalam konflik sosial.

Mungkin disertai iritabilitas yang menetap. Gangguan tingkah laku pada masa kanak dan remaja, meskipun tidak selalu ada, dapat mendukung diagnosis.

Termasuk: (gangguan) kepribadian amoral, antisosial, asocial, psikopatik, dan sosiopatik.

Tidak termasuk: gangguan tingkah laku (F91.-), gangguan kepribadian emosional tak stabil (F60.3).

F60.3 Gangguan Kepribadian Emosional Tak Stabil

Suatu gangguan kepribadian dimana terdapat kecenderungan yang mencolok untuk bertindak secara impulsif tanpa mempertimbangkan konsekuensi, bersamaan dengan ketidakstabilan afek. Kemampuan merencanakan sesuatu mungkin minimal dan ledakan kemarahan yang hebat sering kali dapat menjurus kepada kekerasan atau “ledakan perilaku”; hal ini mudah ditimbulkan jika kegiatan impulsif dikritik atau dihalangi oleh orang lain. Dia varian dari gangguan kepribadian ini telah ditentukan dan keduanya mempunyai persamaan motif umum berupa impulsivitas dan kekurangan pengendalian diri.



F60.30 Tipe Impulsif

Ciri khas yang predominan adalah ketidakstabilan emosional dan kekurangan pengendalian impuls (dorongan hati). Ledakan kekerasan atau perilaku mengancam lazim terjadi, khususnya sebagai tanggapan terhadap kritik orang lain.



Termasuk: (gangguan) kepribadian eksplosif dan agresif

Tak Termasuk: gangguan kepribadian dissosial (F60.2)

F60.31 Tipe Ambang

Terdapat beberapa ciri khas ketidakstabilan emosional: lagi pula, gambaran diri pasien, tujuan, dan preferensi internalnya (termasuk seksual) sering kali tidak jelas atau terganggu. Biasanya terdapat perasaan kosong yang kronis. Kecenderungan terlibat dalam pergaulan yang erat dan tidak stabil dapat menyebabkan krisis emosional yang berulang dan mungkin disertai dengan usaha yang berlebihan untuk menghindarkan dirinya ditinggalkan dan serangkaian ancaman bunuh diri atau tindakan pembahayaan diri (meskipun hal ini dapat terjadi tanpa pencetus yang nyata).



Termasuk: (gangguan) kepribadian ambang

F60.4 Gangguan Kepribadian Histrionis

Gangguan kepribadian yang ditandai oleh:



  1. Ekspresi emosi yang didramatisasikan sendiri, teatrikalitas dan dibesar-besarkan;

  2. Bersifat sugestif, mudah dipengaruhi oleh orang lain atau keadaan;

  3. Afek datar dan labil;

  4. Terus-menerus mencari kepuasan (excitement) , apresiasi oleh orang lain, dan aktivitas dimana pasien menjadi pusat perhatian;

  5. Kegairahan yang tidak pantas dalam penampilan atau perilaku;

  6. Terlalu mementingkan daya tarik fisik

Gambaran penyerta mungkin mencakup egosentrisitas, pemuasan diri, terus-menerus mengharapkan apresuasi, perasaan mudah tersinggung dan perilaku manipulative yang menetap untuk mencapai kepentingan pribadi.

Termasuk: (gangguan) kepribadian histeris dan psikoindantil

F60.5 Gangguan Kepribadian Anankastik

Gangguan kepribadian yang ditandai oleh:



  1. Perasaan ragu dan hati-hati yang berlebihan;

  2. Keterpakuan pada rincian, peraturan, daftar, perintah, organisasi atau jadwal;

  3. Perfeksionisme yang menghambat penyelesaian tugas;

  4. Ketelitian yang berlebihan, terlalu hati-hati, dan kecenderungan yang tidak semestinya untuk menciptakan kesenangan dan hubungan interpersonal;

  5. Keterpakuan dan keterikatan yang berlebihan pada kebiasaan sosial;

  6. Kaku dan keras kepala;

  7. Pemaksaan secara tidak masuk akal agar orang lain melakukan sesuatu menurut caranya, atau keengganan yang tak masuk akal untuk mengizinkan orang lain untuk melakukan sesuatu;

  8. Mencampuradukkan pikiran atau dorongan yang bersifat memaksa atau yang tidak disukai.

Termasuk: (gangguan) kepribadian yang obsesif dan kompulsif, gangguan kepribadian obsesif-kompulsif

Tak termasuk: gangguan obsesif-kompulsif (F42.-)

F60.6 Gangguan Kepribadian Cemas (Menghindar)

Gangguan kepribadian yang ditandai oleh:



  1. Perasaan tegang dan takut yang menetap dan pervasif;

  2. Merasa dirinya tak mampu, tidak menarik atau lebih rendah daripada orang lain;

  3. Kekhawatiran yang berlebihan terhadap kritik dan penolakan dalam situasi sosial;

  4. Keengganan untuk terlibat dengan orang kecuali merasa yakin akan disukai;

  5. Pembatasan gaya hidup karena alasan keamanan fisik;

  6. Menghindari aktivitas sosial atau pekerjaan yang banyak melibatkan kontak interpersonal karena takut dikritik, tidak didukung atau ditolak

Gambaran penyerta mungkin mencakup hipersensistivitas terhadap penolakan dan kritik.

F60.7 Gangguan Kepribadian Dependen

Gangguan kepribadian yang ditandai oleh:



  1. Mendorong atau membiarkan orang lain untuk mengambil sebagian besar keputusan penting bagi dirinya;

  2. Meletakkan kebutuhan sendiri lebih rendah daripada orang lain pada siapa ia bergantung, dan kerelaan yang tidak semestinya terhadap keinginan mereka;

  3. Keengganan untuk mengajukan tuntutan yang layak kepada orang pada siapa ia bergantung;

  4. Perasaan tidak enak atau tidak berdaya apabila sendirian, karena ketakutan yang dibesar-besarkan tentang ketidakmampuan mengurus diri sendiri;

  5. Terpaku pada ketakutan akan ditinggalkan oleh orang yang dekat dengannya dan ditinggalkan agar mengurus diri sendiri;

  6. Keterbatasan kemampuan untuk membuat keputusan sehari-hari tanpa mendapat nasihat yang berlebihan dan diyakinkan oleh orang lain.

Gambaran penyerta dapat mencakup perasaan tidak berdaya, tidak kompeten dan kehilangan stamina.

Termasuk: (gangguan) kepribadian astenik, inadekuat, pasif, dan menyalahkan diri sendiri.

F60.8 Gangguan Kepribadian Khas Lainnya

Gangguan kepribadian yang tidak cocok dengan rubric khusus F60.0 – F60.7



Termasuk: (gangguan) kepribadian eksentrik, tipe “haltlose”, imatur, narsistik, pasif-agresif, dan psikoneurotik.

F60.9 Gangguan Kepribadian YTT

Termasuk: neurosis watak YTT, kepribadian patologis YTT

F61 GANGGUAN KEPRIBADIAN CAMPURAN LAINNYA

Kategori ini dimaksudkan untuk gangguan kepribadian dan abnormalitas yang sering kali menyulitkan tetapi tidak menunjukkan pola spesifik dari gejala yang menjadi ciri khas dari gangguan dalam F60.-. Sebagai akibat sering kali lebih sukar didiagnosis daripada gangguan di dalam kategori itu. Dua tipe dikhususkan di sini dengan karakter keempat; setiap tipe lain sebaiknya diberi kode F60.8.



F61.0 Gangguan Kepribadian Campuran

Dengan gambaran beberapa gangguan pada F60.; tetapi tanpa suatu kumpulan gejala yang predominan yang memungkinkan suatu diagnosis yang lebih khas.



F61.1 Perubahan Kepribadian yang Bermasalah

Tidak dapat diklasifikasikan pada F60.- atau F61.- dan dianggap sebagai sekunder terhadap suatu diagnosis utama berupa suatu gangguan afektif atau anxietas yang ada secara bersamaan.



Tak Termasuk: aksentuasi ciri kepribadian (Z73.1)

F62 PERUBAHAN KEPRIBADIAN YANG BERLANGSUNG LAMA YANG TIDAK DIAKIBATKAN OLEH KERUSAKAN ATAU PENYAKIT OTAK

Kelompok ini meliputi gangguan kepribadian dan perilaku masa dewasa yang berkembang mengikuti stres yang sangat berkepanjangan atau katastrofik, atau mengikuti penyakit jiwa yang berat, pada pasien yang tanpa gangguan kepribadian sebelumnya. Diagnosis ini harus dibuat hanya apabila ada bukti yang pasti dan perubahan yang berlangsung lama pada pola seseorang dalam hal menerima, berhubungan dengan atau berpikir tentang lingkungan dan dirinya sendiri. Perubahan kepribadian harus bermakna dan disertai dengan perilaku yang tidak fleksibel dan maladaptif yang tidak ada sebelum kejadian yang patogenik. Perubahan tidak boleh merupakan manifestasi dari gangguan jiwa lainnya, atau sebagai gejala residual dari suatu gangguan jiwa sebelumnya. Perubahan kepribadian yang berlangsung lama seperti ini paling sering menyusul suatu pengalaman traumatik yang dahsyat, tetapi mungkin juga berkembang kemudian mengikuti suatu gangguan jiwa yang berat, berulang dan berkepanjangan. Kemungkinan sukar untuk membedakan antara perubahan kepribadian yang didapat dengan eksaserbasi atau tampilnya suatu gangguan kepribadian yang sudah ada akibat stress, ketegangan atau pengalaman psikotik. Perubahan kepribadian yang berlangsung lama, harus didiagnosis hanya apabila perubahan merupakan penampakan dari suatu keadaan yang permanen dan berlainan, yang secara etiologis dapat ditelusuri kembali pada adanya pengalaman yang nyata dan sangat ekstrem. Diagnosis tidak boleh dibuat apabila gangguan kepribadian itu sekunder karena kerusakan atau penyakit otak.



Tak Termasuk: gangguan kepribadian dan perilaku akibat penyakit, kerusakan dan disfungsi otak (F07.-)

F62.0 Perubahan Kepribadian yang Berlangsung Lama setelah Mengalami Katastrofa

Perubahan kepribadian yang berlangsung lama dapat menyertai suatu pengalaman stres katastrofik. Stres harus sedemikian ekstrem sehingga tidak perlu lagi untuk mempertimbangkan kerentanan pasien agar dapat menjelaskan efeknya yang berat pada kepribadian. Contoh mencakup pengalaman kamp konsentrasi, penyiksaan, bencana, menghadapi ancaman maut yang berlangsung lama (misalnya penyanderaan, pemahaman dalam waktu yang lama dengan kemungkinan ancaman dibunuh). Gangguan stres pasca-trauma dapat mendahului jenis perubahan kepribadian ini, yang dapat dilihat sebagai sekuel yang ireversibel dan kronis dari suatu gangguan stres. Namun demikian, pada keadaan lain, perubahan kepribadian yang berlangsung lama yang memenuhi uraian di bawah ini dapat berkembang tanpa suatu fase sementara berupa gangguan stres pasca-trauma yang manifest (nyata). Tetapi perubahan kepribadian yang berlangsung lama yang mengikuti suatu pengalaman ancaman maut jangka pendek seperti kecelakaan kendaraan, tidak boleh dimasukkan dalam kategori ini, sebab riset yang terakhir menunjukkan bahwa perkembangan demikian tergantung pada kerentanan psikologis yang sebelumnya sudah ada.



Pedoman Diagnostik

Perubahan kepribadian harus berlangsung lama dan muncul sebagai gambaran yang tidak fleksibel dan maladaptif yang menjurus kepada kegagalan dalam fungsi interpersonal, sosial, dan pekerjaan. Biasanya perubahan kepribadian harus dipastikan berdasarkan keterangan yang dapat diandalkan. Untuk menegakkan diagnosis, adalah esensial untuk memastikan gambaran yang tidak tampak sebelumnya, seperti :



  1. Sikap bermusuhan dan tidak percaya menghadapi dunia;

  2. Penarikan diri dari masyarakat;

  3. Perasaan kosong dan putus asa;

  4. Perasaan terpojok yang kronis seperti terancam terus-menerus;

  5. Keterasingan

Perubahan kepribadian ini harus sudah ada selama minimal 2 tahun, dan harus tidak disebabkan oleh gangguan kepribadian yang sebelumnya sudah ada atau karena suatu gangguan jiwa selain gangguan stres pasca-trauma. Adanya kerusakan atau penyakit otak yang dapat menyebabkan gambaran klinis yang serupa harus disingkirkan.

Termasuk: Perubahan kepribadian setelah suatu pengalaman di kamp konsentrasi, bencana, berada dalam sekapan yang berkepanjangan yang disertai ancaman kemungkinan dibunuh, berada dalam keadaan ancaman maut secara berkepanjangan seperti menjadi korban terorisme atau penyiksaan.

Tak Termasuk: gangguan stres pasca-trauma (F43.1)

F62.1 Perubahan Kepribadian yang Berlangsung Lama Akibat Penyakit Psikiatrik

Perubahan kepribadian yang disebabkan oleh pengalaman traumatik akibat menderita penyakit jiwa yang berat. Perubahan tidak dapat dijelaskan oleh gangguan kepribadian yang sudah ada sebelumnya dan harus dibedakan dari skizofrenia residual dan keadaan sembuh tak sempurna lain karena suatu gangguan jiwa sebelumnya.



Perubahan Diagnostik

Perubahan Kepribadian harus berlangsung lama dan tampil sebagai pola yang tidak fleksibel dan maladaptif dalam fungsi dan pengalamannya, yang mengarah kepada problem yang berkepanjangan dalam fungsi interpersonal, sosial, atau pekerjaan dan penderitaan subjektif. Tidak boleh ada tanda bahwa sebelumnya sudah ada gangguan kepribadian yang akan menjelaskan terjadinya perubahan kepribadian itu, dan diagnosis tidak boleh berdasarkan suatu gejala residual gangguan jiwa sebelumnya. Perubahan kepribadian berkembang mengikuti penyembuhan klinis suatu gangguan jiwa yang harus telah dialami sebagai sangat menekan secara emosional, dan menghancurkan citra-diri pasien. Sikap atau reaksi orang lain terhadap pasien sesudah penyakit itu adalah penting dalam menentukan dan memperkuat persepsi pasien terhadap derajat stres. Tipe perubahan kepribadian ini tidak dapat dimengerti sepenuhnya tanpa mempertimbangkan pengalaman emosional yang subjektif dan kepribadian sebelumnya, penyesuaian dirinya dan kerentanan khasnya.

Tanda diagnostik untuk jenis perubahan kepribadian ini harus mencakup gambaran klinis sebagai berikut:


  1. Sikap ketergantungan pada dan sikap menurut dari orang lain yang berlebihan;

  2. Tuduhan bahwa dirinya berubah atau cacat oleh karena penyakit terdahulu, menjurus kepada ketidakmampuan membentuk dan mempertahankan hubungan pribadi yang dekat dan terpercaya serta isolasi sosial;

  3. Pasif, minat berkurang dan menurunnya keterlibatan dalam aktivitas rekreasi;

  4. Selalu mengeluh sakit, yang tidak mungkin disertai dengan keluhan hipokondrik dan perilaku sakit;

  5. Disforia atau suasana perasaan yang labil, yang tidak disebabkan oleh adanya gangguan jiwa saat ini atau gangguan jiwa sebelumnya dengan gejala afektif residual;

  6. Hendaya yang bermakna dalam fungsi sosial dan pekerjaan dibandingkan dengan keadaan sebelum sakit.

Manifestasi tersebut di atas sudah ada selama kurun waktu 2 tahun atau lebih. Perubahan bukan terjadi karena kerusakan atau penyakit otak yang berat. Adanya diagnosis skizofrenia sebelumnya tidak menyingkirkan kemungkinan diagnosis ini.




Dostları ilə paylaş:
  1   2   3


Verilənlər bazası müəlliflik hüququ ilə müdafiə olunur ©genderi.org 2017
rəhbərliyinə müraciət

    Ana səhifə