Gangguan kepribadian dan perilaku masa dewasa


F62.8 Perubahan Kepribadian yang Berlangung Lama Lainnya



Yüklə 103,99 Kb.
səhifə2/3
tarix17.09.2017
ölçüsü103,99 Kb.
1   2   3

F62.8 Perubahan Kepribadian yang Berlangung Lama Lainnya

Termasuk: perubahan kepribadian yang berlangsung lama sesudah pengalaman yang tidak disebutkan dalam F62.0 dan F62.1, seperti sindrom kepribadian nyeri kronis dan perubahan kepribadian yang berlangsung lama sesudah peristiwa kematian.

F62.9 Perubahan Kepribadian yang Berlangsung Lama YTT

F63 GANGGUAN KEBIASAAN DAN IMPULS

Gangguan kebiasaan dan impuls ditandai olehaksi berulang yang tidak mempunyai motivasi yang rasional dan jelas, umumnya merugikan diri sendiri dan orang lain. Penderitanya melaporkan bahwa perilakunya disertai impuls yang tidak dapat dikendalikan. Penyebab kelainan ini tidak diketahui.



F63.0 Judi Patalogis

Penderita gangguan ini mungkin mempertaruhkan pekerjaannya, mempunyai banyak hutang, melakukan pelanggaran hukum, semuanya dalam rangka memperoleh uang. Pasien dengann gangguan ini memperlihatkan dorongan yang kuat untuk berjudi, sukar dikendalikan dengan preokupasi ide dan khayalan tentang kegiatan perjudian itu.Preokupasi dan dorongan ini sering kali meningkat pada saat menghadapi stress.

Gambaran yang esensial dari gangguan ini adalah berjudi secara berulang dan menetap. Berlanjut dan sering meningkat meskipun ada konsekuensi sosial yang merugikan yang penderita dapatkan, seperti kemiskinan, kegagalan rumah tangga, kekacauan kehidupan pribadi.

Diagnosis banding. Judi patologis ini dibedakan dari:



  • Judi dan taruhan. Dimana judi yang sering untuk kesenangan atau sebagai upaya untuk mendapatkan uang, orang dalam katagori ini dapat menahan diri apabila kalah banyak atau ada efek merugikan lain

  • Judi berlebihan oleh pasien manik

  • Judi oleh kepribadian sosiopatik. Terdapat gangguan perilaku sosial yang menetap, yang tampak dalam kegiatan yang agresif atau memperlihatkan sangat kurangnya kepedulian akan kesejahteraan orang lain.

F63.1 Bakar Patologis (piromania)

Gangguan ini ditandai oleh tindakan yang berulang kali atau usaha membakar harta benda atau barang lain tanpa tujuan yang jelas. Adanya keasyikan yang menetap pada benda yang berhubungan dengan api dan kebakaran. Mungkin juga ada minat yang luar biasa terhadap mobil pemadam kebakaran dan alat pemadam api lainnya, serta memanggil petugas pemadam kebakaran.



Pedoman diagnostik:

  • Berulang-ulang melakukan pembakaran tanpa motif yang jelas

  • Sangat tertarik menonton peristiwa kebakaran

  • Perasaan tegang sebelum kejadian dan snagat puas segera setelah berhasil dilaksanakan

Diagnostik Banding:

  • Sengaja melakukan pembakaran tanpa manifestasi gangguan psikiatrik (jadi ada motif yang jelas)

  • Pembakaran oleh anak muda dengan gangguan tingkah laku dimana terbukti ada gangguan perilaku lain seperti mencuri, menyerang, atau menipu

  • Pembakaran oleh orang dewasa dengan gangguan kepribadian sosiopatik. Dimana terbukti terdapat gangguan menetap lain dalam perlaku sosialnya seperti agresi, atau ketidak pedulian terhadap orang lain disekitarnya.

  • Pembakaran pada skizofrenia, dimana kebakaran secara khas ditimbulkan oleh ide-ide waham atau perintah dari suara halusinasi

  • Pembakaran pada gangguan psikiatrik organic. Kebakaran terjadi karena kecelakaan akibat kebingungan, kurangnya daya ingat, atau hilangnya kewaspadaan akan akibat dari perbuatannya, atau kombinasi dari faktor-faktor ini.

Dimensia atau keadaan organic akut mungkin juga menjurus pada pembakaran karena kurang hati-hati, mabuk akut, alkoholisme kronis, atau intoksikasi obat lain.

F63.2 Curi Patologis (kleptomania)

Gangguan ini ditandai dengan kegagalan menahan dorongan yang berulang-ulang untuk mencuri sesuatu yang tidak dibutuhkan atau tidak menghasilkan uang. Barang itu kemudian dibuang, diberikan kepada orang lain atau dikumpulkan.



Pedoman diagnostik:

Terdapat peningkatan ketegangan sebelum melakukan aksi, merasa puas pada saat melakukan aksi dan segera sesudahnya. Meskipun upaya untuk menyembunyikan dilakukan, tetapi tidak setiap kesempatan yang ada digunakan. Pencurian ini biasanya merupakan aksi soliter dan tidak dibantu oleh kaki tangan. Individu mungkin tampak gelisah, murung, dan bersalah diantara episode pencurian terjadi, namun hal itu tidak menghentikannya mengulangi pencurian.



Diagnosis Banding. Ciri patlogis harus dibedakan dari:

  • Pencurian berulang di toko tanpa manifestasi suatu gangguan psikiatrik, dimana aksinya direncanakan dengan lebih hati-hati dan terdapat motif keuntungan pribadi yang jelas.

  • Gangguan mental organic, dengan berulang kali gagal untuk membayar barang belanjaan yang disebabkan ingatan yang buruk dan adanya deteriorasi intelektual lain

  • Gangguan depresif dengan pencurian, berupa individu yang depresif melakukan pencurian dan mungkin akan tetap mengulanginya selama gangguan depresif in imasih ada.

F63.3 Trikotilomania

Gangguan ditandai oleh kerontokan rambut kepala akibat berulangkali gagal menahan diri terhadap impuls untuk mencabut rambut. Pencabutan rambut ini biasanya didahului oleh ketegangan yang memuncak dan diikuti rasa lega atau puas.



F63.8 Gangguan kebiasaan dan impuls lainnya

Katagori ini digunakan untuk jenis lain dari perilaku maladaptive yang tetap berulang, yang bukan sekunder terhadap sindrom psikiatrik yang dikenal, dan dimana tampak kegagalan berulang untuk menahan dorongan umpuls untuk melakukan perilaku tersebut.

Terdapat periode prodromal berupa ketegangan dengan perasaan lega pada saat terjadinya aksi tersebut.

F64 GANGGUAN IDENTITAS JENIS KELAMIN

F64.0 Transseksualisme

Suatu hasrat untuk hidup dan diterima sebagai anggota dari kelompok lawan jenisnya, biasanya disertai perasaan tidak enak atau tidak sesuai dengan anatomi seksualnya dan menginginkan untuk memperoleh terapi hormonal dan pembedahan untuk membuat tubuhnya semirip mungkin dengan jenis kelamin yang diinginkan.



Pedoman diagnostik

Untuk menegakkan diagnosis ini, identitas transeksual harus sudah menetap selama minimal 2 tahun, dan harus bukan merupakan gejala dari gangguan jiwa lain seperti skizofrenia, atau disertai oleh suatu kelainan interseks, genetik, atau kromosom seks.



F64.1 Transvetisme Peran Ganda

Mengenakan jenis pakaian dari lawan jenis sebagai bagian dari eksistensi dirinya untuk menikmati sejenak pengalaman sebagai anggota lawan jenisnya, tetapi tanpa hasrat untuk mengubah jenis kelamin secara lebih permanen atau untuk diikuti dengan tindakan bedah. Tidak ada kepuasan seksual yang menyertai pemakaian pakaian lawan jenis tersebut, yang membedakan gangguan ini dari transvestisme fetishistik (F65.1).



Termasuk: gangguan identitas jenis kelamin masa remaja dan dewasa, tipe nontransseksual

Tak termasuk: transvestisme fetishistik (F65.1)

F64.2 Gangguan Identitas Jenis Kelamin Masa Kanak

Gangguan yang biasanya tampak pertama kali pada masa dini kanak (dan selalu sebelum pubertas), ditandai oleh stress yang dalam dan permanen tentang jenis kelaminnya, bersamaan dengan hasrat untuk menjadi (atau keteguhan bahwa dirinya adalah) lawan jenisnya. Terdapat kecenderungan yang menetap terhadap pakaian atau aktivitas lawan jenisnya dan/atau penolakan terhadap jenis kelaminnya sendiri. Gangguan seperti ini relatif jarang dan jangan dikacaukan dengan gangguan yang lebih sering berupa kejanggalan dengan perilaku peran seksual yang stereotipik. Diagnosis gangguan identitas jenis kelamin masa kanak membutuhkan adanya gangguan yang mencolok dari perasaan yang normal sebagai laki-laki atau perempuan; hanya ada perilaku tomboi pada anak perempuan atau perilaku seperti anak perempuan pada anak laki-laki saja tidak cukup. Diagnosis tidak dapat dibuat apabila anak telah mencapai pubertas.

Karena gangguan identitas jenis kelamin masa kanak mempunyai banyak gambaran yang biasanya terdapat pada gangguan identitas lainnya dalam bagian ini, maka ia diklasifikasikan dalam F64.- daripada dalam F90-F98.

Pedoman Diagnostik

Gambaran diagnostic esensial adalah keinginan anak yang pervasive dan menetap untuk menjadi (atau keteguhan bahwa dirinya adalah) jenis kelamin lawan jenisnya, disertai penolakan terhadap perilaku, atribut dan/atau pakaian yang sesuai untuk jenis kelaminnya. Yang khas adalah bahwa manifestasi pertama timbul selama usia prasekolah; untuk menegakkan diagnosis, gangguan harus sudah tampak sebelum pubertas. Untuk semua jenis kelamin, mungkin ada penolakan terhadap struktur anatomi jenis seksualnya sendiri, tetapi hal ini tidak lazim, mungkin jarang terjadi. Yang karakteristik adalah anak dengan gangguan identitas jenis kelamin, menyangkal bahwa dirinya terganggu, meskipun mereka mungkin tertekan oleh konflik dengan keinginan orangtua atau kawan-sebayanya dan oleh ejekan dan/atau penolakan yang mungkin mereka alami.

Anak laki-laki lebih banyak mengalami gangguan ini daripada anak perempuan. Yang khas, mulai usia prasekolah dan seterusnya anak laki-laki akan cenderung bermain dengan permainan dan aktivitas anak perempuan, dan mungkin lebih memilih untuk berpakaian perempuan atau wanita. Namun pergantian pakaian tersebut tidak menimbulkan kenikmatan seksual (seperti pada transvestisme fetishistik pada orang dewasa (F65.1)). Mereka mungkin berkeinginan kuat untuk berpartisipasi dalam permainan dan rekreasi anak perempuan, boneka perempuan sering menjadi favorit dan sering kali mereka lebih memilih anak perempuan sebagai teman bermain. Pengasingan sosial cenderung timbul pada awal usia sekolah dan puncaknya pada pertengahan usia anak-anak, dengan mengalami ejekan-ejekan dari anak laki-laki lain. Sebagian besar perilaku feminine bisa berkurang pada usia remaja, tetapi studi lanjutan menunjukkan bahwa antara 1/2 – 2/3 dari anak laki-laki dengan gangguan identitas jenis kelamin masa kanak menunjukkan orientasi homoseksual selama dan sesudah masa remaja. Namun demikian, sedikit sekali menunjukkan transseksualisme pada usia dewasa (meski kebanyakan orang dewasa dengan transsesualisme melaporkan bahwa mereka mempunyai riwayat masalah identitas jenis kelamin pada masa kanak).

Pada sampel klinik, gangguan identitas jenis kelamin pada anak perempuan lebih jarang daripada anak laki-laki, tetapi tak diketahui apakah rasio seksual ini juga berlaku dalam populasi umum, Pada anak perempuan seperti laki-laki, biasanya ada manifestasi dini berupa kecenderungan perilaku yang stereotipis berkaitan dengan lawan jenisnya. Secara khas, anak perempuan dengan gangguan ini mempunyai teman main laki-laki dan menunjukkan kesukaan yang mencolok pada olahraga dan permainan yang keras dan kasar; mereka tidak tertarik pada boneka, atau peran wanita dalam bermain “bapak-ibu” atau “rumah-rumahan”. Anak perempuan dengan gangguan identitas jenis kelamin cenderung untuk tidak mengalami pengasingan sosial seperti yang dialami anak laki-laki, meskipun mereka dapat menderita karena ejekan pada masa lanjut kanak atau remaja. Kebanyakan berhenti berlaku dan berpakaian seperti anak laki-laki ketika mencapai usia remaja, tetapi beberapa tetap mempertahankan identifikasi sebagai laki-laki dan lebih lanjut menunjukkan orientasi homoseksual.

Terkadang, gangguan identitas jenis kelamin mungkin disertai dengan penyangkalan yang menetap dari struktur anatomi seksualnya. Pada anak perempuan hal ini mungkin akan dimanifestasikan dengan penegasan secara berulang-ulang bahwa mereka memiliki atau akan tumbuh penisnya dan menolak untuk kencing dalam posisi jongkok, atau menyatakan tidak ingin tumbuh buah dadanya atau tidak ingin menstruasi. Pada anak laki-laki, mereka akan menegaskan berulang-ulang bahwa mereka secara fisik akan tumbuh sebagai seorang wanita, bahwa penis dan testes adalah menjijikkan dan nanti akan hilang dan/atau mungkin lebih baik kalau tidak mempunyai penis atau testes.

Tak termasuk: orientasi seksual egodistonik (F66.1), Gangguan menstruasi seksual (F66.0)

F64.8 Gangguan Identitas Jenis Kelamin Lainnya

F64.9 Gangguan Identits Jenis Kelamin YTT

Termasuk: gangguan peran jenis kelamin YTT

F65 GANGGUAN PREFERENSI SEKSUAL

Termasuk: Parafilia

Tak termasuk: problem yang berhubungan dengan orientasi seksual (F66)

F65.0 Festishisme

Pengandaian pada benda mati sebagai suatu stimulus yang dapat membangkitkan gairah seksual dan memberikan kepuasan seksual. Banyak objek fetish merupakan ekstensi dari tubuh manusia, seperti pakaian atau sepatu. Beberapa contoh lain yang lazim ditandai oleh beberapa bentuk atau wujud tertentu seperti karet, plastik, atau kulit. Objek fetish bervariasi pentingnya bagi individu: dalam kasus tertentu mereka hanya bermanfaat secara sederhana untuk meningkatkan kepuasan seksual yang dapat dicapai dengan cara biasa (misalnya dengan partnernya memakai pakaian tertentu).



Pedoman diagnostik

Fetishisme harus didiagnosis apabila fetish merupakan sumber yang paling penting dari stimulasi seksual atau esensial untuk respon seksual yang memuaskan.

Fantasi fetishistik adalah lazim, tetapi tidak menjadi suatu gangguan kecuali apabila menjurus pada suatu ritual yang begitu memaksa dan tidak semestinya sampai mengganggu hubungan seksual dan menyebabkan penderitaan pada individu.

Fetishisme terbatas hanya khusus pada pria.



F65.1 Transvestisme Festishistik

Mengenakan pakaian dari lawan jenis dengan tujuan untuk mencapai kepuasan seksual.



Pedoman diagnostik

Gangguan ini dibedakan dari Fetishisme Simpleks dimana pakaian sebagai barang Fetishistik bukan hanya sekedar dikenakan tetapi dikenakan juga untuk menciptakan penampilan seseorang dari lawan jenis. Biasanya lebih dari satu barang yang dikenakan dan sering kali suatu perlengkapan menyeluruh, termasuk rambut palsu dan tata rias wajah. Transvestisme Fetishistik dibedakan dari transvestime transseksual oleh adanya hubungan yang jelas dalam membangkitkan gairah seksual dan keinginan/hasrat yang kuat untuk melepaskan baju tersebut apabila orgasme sudah terjadi dan gairah seksual menurun. Adanya riwayat transvestisme fetishistik biasanya dilaporkan sebagai fase awal oleh para penderita transseksualisme dan mungkin merupakan suatu stadium dalam perkembangan transseksualisme pada kasus demikian.



Termasuk: fetishisme transvestik

F65.2 Ekshibisionisme

Kecenderungan yang berulang atau menetap untuk memamerkan alat kelamin kepada orang asing (biasanya lawan jenis) atau kepada orang banyak di tempat umum tanpa ajakan atau niat untuk berhubungan lebih akrab. Biasanya, tetapi tidak selalu, terdapat kepuasan seksual pada saat memamerkan dan aksi ini lazim diikuti dengan masturbasi. Kecenderungan ini mungkin tampak hanya pada saat stress/krisis emosional diselingi kurun waktu yang lama tanpa timbulnya perilaku overt.



Pedoman diagnostik

Ekshibisionisme hampir sama sekali terbatas pada laki-laki heteroseksual yang memamerkan kepada wanita, remaja atau dewasa, biasanya menghadap mereka dalam jarak yang aman di tempat umum. Pada beberapa penderita ekshibisionisme merupakan satu-satunya penyaluran seksual, tetapi pada penderita lainnya kebiasaan ini dilakukan secara simultan dengan kehidupan seks yang aktif dalam hubungan jangka panjang, meskipun dorongan tersebut mungkin menjadi lebih menekan pada saat adanya konflik dalam hubungan tersebut. Kebanyakan ekshibisionisme mendapatkan kesulitan mengendalikan dorongan tersebut dan bersifat ego-alien. Kalau penonton yang melihat tampak kaget, takut, atau terkesan, maka penikmatan ekshibisionime akan makin meningkat.



F65.3 Voyeurisme

Suatu kecenderungan yang berulang atau menetap untuk melihat orang yang berhubungan seksual atau berperilaku intim seperti menanggalkan pakaian. Hal ini biasanya menjurus pada penguasaan seksual dan masturbasi dan dilaksanakan tanpa orang yang diintipnya menyadarinya.



F65.4 Pedofilia

Preferensi seksual terhadap anak-anak, biasanya prapubertas atau awal masa pubertas. Beberapa pedofilis tertarik hanya pada anak perempuan, yang lainnya hanya pada anak laki-laki, yang lain lagi menyukai keduanya.

Pedofilia jarang ditemukan pada perempuan. Hubungan antara orang dewasa dengan remaja yang sudah matur secara sosial tidak dapat diterima oleh masyarakat, terutama jika kedua pihak yang berkelamin sejenis, tetapi tidak harus disertai dengan pedofilia. Adanya suatu kejadian tersendiri, terutama apabila pelakunya seorang remaja, tidak menetapkan adanya kecenderungan yang menetap atau predominan yang dibutuhkan untuk diagnosis. Termasuk dalam pedofilia, bagaimana pun juga, adalah laki-laki yang mempunyai preferensi partner seks dewasa, tetapi karena mereka secara kronis mengalami frustasi untuk berhubungan secara memadai, maka kebiasaan mereka beralih kepada anak-anak sebagai pengganti. Pria yang merusak secara seksual anak-anak prapubertas mereka sendiri, biasanya juga mendekati anak lain, tetapi dalam tiap kasus perilaku mereka merupakan indikasi pedofilia.

F65.5 Sadomasokisme

Suatu preferensi terhadap aktivitas seksual yang meliputi pengikatan atau menimbulkan rasa sakit atau penghinaan. Jikalau individu lebih suka untuk menjadi resipien dari perangsangan demikian, maka disebut masokisme, jika sebagai pelaku disebut sadisme. Sering kali individu memperoleh kepuasan seksual dari kedua aktivitas, baik sadisme maupun masokisme.

Stimulasi sadomasokisme berderajat ringan biasanya digunakan untuk meningkatkan aktivitas seksual yang sebetulnya normal. Kategori ini hanya digunakan apabila aktivitas sadomasokistik merupakan sumber rangsangan yang terpenting untuk pemuasan seksual.

Sadisme seksual kadang-kadang sukar dibedakan dari kekejaman pada hubungan seksual atau kemarahan yang tidak berhubungan dengan erotisisme. Oleh karena kekerasan diperlukan untuk membangkitkan birahi, maka diagnosis dapat ditentukan dengan jelas.



Termasuk: masokisme, sadisme

F65.6 Gangguan Preferensi Seksual Multipel

Kadang-kadang lebih dari satu gangguan preferensi seksual terjadi pada seseorang dan tidak satu pun lebih diutamakan daripada yang lainnya. Kombinasi yang paling sering adalah fetishisme, transvestisme, dan sadomasokisme.



F65.8 Gangguan Preferensi Seksual Lainnya

Suatu varietas dari pola lain pada preferensi dan aktivitas seksual mungkin terjadi, yang masing-masing relatif tidak lazim. Ini mencakup kegiatan seperti melakukan panggilan telepon cabul. Meggosok – menempel pada orang untuk stimulasi seksual di tempat umum yang ramai (frotteurisme), aktivitas seksual dengan binatang, menggunakan cekikan atau anoksia untuk mengintensifkan kepuasan seksual dan kesukaan terhadap partner dengan cacat badan tertentu seperti tungkai yang diamputasi.

Perbuatan erotik terlalu bermacam-macam dan banyak di antaranya terlalu jarang atau idiosinkratik untuk diberikan istilah khusus untuk setiap kelainan. Menelan urine, melaburkan feses, atau menusuk kulup atau putting susu mungkin merupakan sebagian dari perilaku yang termasuk sadomasokisme. Masturbasi dengan berbagai cara adalah lazim, tetapi praktek yang lebih ekstremseperti memasukkan benda ke rektrum atau uretra penis atau strangulasi diri parsialis, apabila menggantikan hubungan seksual yang lazim, termasuk dalam abnormalitas. Nekrofilia juga harus dimasukkan dalam kategori ini.

Termasuk: frotteurisme, nekrofilia

F65.9 Gangguan Preferensi Seksual YTT

Termasuk: deviasi seksual YTT

F66 GANGGUAN PSIKOLOGIS DAN PERILAKU YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERKEMBANGAN DAN ORIENTASI SEKSUAL

Catatan : Orientasi seksual sendiri jangan dianggap sebagai suatu gangguan.

Kode lima karakter berikut mungkin bisa digunakan untuk menunjukkan variasi perkembangan atau orientasi seksual yang mungkin menjadi problem bagi individu.

F66.x0 Heteroseksualitas

F66.x1 Homoseksualitas

F66.x2 Biseksualitas

Hanya digunakan apabila terbukti jelas adanya ketertarikan secara seksual kepada kedua jenis kelamin.

F66.x8 Lainnya, termasuk prapubertas



F66.0 Gangguan Maturitas Seksual

Individu menderita karena ketidakpastian tentang identitas jenis kelaminnya atau orientasi seksualnya, yang menimbulkan kecemasan atau depresi. Paling sering terjadi pada remaja yang tidak tahu pasti apakah mereka homoseksual, heteroseksual, atau biseksual dalam orientasi, atau pada individu yang sesudah suatu periode orientasi seksual yang tampak stabil, sering kali setelah hubungan yang berlangsung lama, ternyata menemukan bahwa dirinya mengalami perubahan orientasi seksual.



F66.1 Orientasi Seksual Egodistonik

Identitas jenis kelamin atau preferensi seksual tidak diragukan, tetapi individu mengharapkan yang lain, disebabkan oleh gangguan psikologis dan perilaku dan mungkin mencari pengobatan untuk mengubahnya.



F66.2 Gangguan hubungan seksual

Abnormalitas identitas jenis kelamin atau preferensi seksual merupakan penyebab kesulitan dalam membentuk atau memelihara hubungan dengan partner seksual.



F66.8 Gangguan Perkembangan Psikoseksual Lainnya

F66.9 Gangguan Perkembangan Psikoseksual YTT

F67 GANGGUAN KEPRIBADIAN DAN PERILAKU MASA DEWASA
Menurut PPDGJ III ( Pedoman Penggolongan dan Diagnosa Gangguan Jiwa di Indonesia III ). Pada Diagnosis Gangguan Jiwa PPDGJ III (Rusdi,2000:102-105) Terdapat Yang di sebut dengan diagnosa Gangguan Kepribadian dan Perilaku Masa dewasa antara lain adalah sebagai berikut:
1. Gangguan Kepribadian Paranoid 

dengan ciri-ciri :

  • Kepekaan berlebihan terjadap kegagalan dan penolakan

  • Kecenderungan untuk tetap menyimpan dendam

  • Kecurigaan dan kecenderungan mendistorsikan pengalaman dengan menyalah artikan tindakan orang lain yang netral atau bersahabat sebagai suatu sikap permusuhan dan penghinaan

  • Perasaan bermusuhan dan ngotot tentang hak pribadi tanpa memperhatikan situasi yang ada (actual situation)

  • Kecurigaan yang berulang, tanpa dasar (justification) tentang kesetiaan seksual dari pasangannya

  • Kecenderungan untuk merasa dirinya penting secara berlebihan yang bermanifestasi dalam sikap yang selalu merujuk ke diri sendiri (self-referential attitude)

  • Preokupasi dengan penjelasan-penjelasan yang bersekongkol dan tidak substatantuf dari suatu peristiwa baik yang menyangkut diri pasien sendiri maupun dunia pada umumnya.

Untuk mendiagnosa dibutuhkan paling sedikit 3 dari diatas.


2. Gangguan Kepribadian Skizoid

ditandai dengan deskripsi berikut :

  • Sedikitnya (bila ada) aktivitas yang memberikan kesenangan

  • Emosi dingin, efek mendatar, atau tak peduli (detachment)

  • Kurang mampu untuk mengekspresikan kehangatan, kelembutan atau kemarahan terhadap orang lain

  • Tampak nyata ketidak-pedulian baik terhadap pujian maupun kecaman

  • Kurang tertarik untuk mengalami pengalaman seksual dengan orang lain (perhitungkan usia penderita)

  • Hampir selalu memilih aktivitas yang dilakukan sendiri

  • Preokupasi dengan fantasi dan intropeksi yang berlebihan

  • Tidak mempunyai teman dekat atau hubungan pribadi yang akrab (kalau ada hanya satu) dan tidak ada keinginan untuk menjalin hubungan seperti itu

  • Sangat sensitif terhadap norma dan kebiasaan sosial yang berlaku

Untuk mendiagnosa dibutuhkan paling sedikit 3 dari diatas.


Dostları ilə paylaş:
1   2   3


Verilənlər bazası müəlliflik hüququ ilə müdafiə olunur ©genderi.org 2017
rəhbərliyinə müraciət

    Ana səhifə