Gangguan kepribadian dan perilaku masa dewasa


Gangguan Kepribadian Dissosiala



Yüklə 103,99 Kb.
səhifə3/3
tarix17.09.2017
ölçüsü103,99 Kb.
1   2   3

3. Gangguan Kepribadian Dissosiala

deskripsi berikut :

  • Bersikap tidak peduli dengan perasaan orang lain

  • Sikap yang amat tidak bertanggung jawab dan berlangsung terus-menerus (persistent), serta tidak peduli terhadap norma, peraturan dan kewajiban sosial

  • Tidak mampu memelihara suatu hubungan agar berlangsung lama, meskipun tidak ada kesulitan untuk mengembangkannya

  • Toleransi terhadap frustasi sangat rendah dan ambang yang rendah untuk melampiaskan agresi, termasuk tindakan kekerasan

  • Tidak mampu mengalami rasa salah dan menarik manfaat dari pengalaman, khususnya dari hukuman

  • Sangat cenderung menyalahkan orang lain, atau menawarkan rasionalisasi yang masuk akal, untuk perilaku yang membuat pasien konflik dengan masyarakat

Untuk diagnosa dibutuhkan paling sedikit 3 dari diatas.
4. Gangguan Kepribadian Emosional Tak Stabil

  • Terdapat kecenderungan yang mencolok untuk bertindak secara impulsif tanpa mempertimbangkan konsekuensinya

  • Dua varian yang khas adalah berkaitan denga impulsivitas dan kekurangan pengendalian diri.


5. Gangguan Kepribadian Histrionik

deskripsi sebagai berikut : 

  • Ekspresi emosi yang dibuat-buat (self dramatization) seperti bersandiwara (theariticality) yang dibesar-besarkan (exaggerated)

  • Bersifat sugestif, mudah dipengaruhi oleh orang lain atau oleh keadaan

  • Keadaan afektif yang dangkal dan labil

  • Terus-menerus mencari kegairahan (excitement). Penghargaan (appreation) dari orang lain, dan aktivitas dimana pasien menjadi pusat perhatian

  • Penampilan atau perilaku ”merangsang” (seductive) yang tidak memadai

  • Terlalu peduli dengan daya tarik fisik

Untuk diagnosa dibutuhkan paling sedikit 3 dari diatas.
6. Gangguan Kepribadian Anankastik 

ditandai dengan ciri-ciri :

  • Perasaan ragu-ragu dan hati-hati yang berlebihan;

  • Preokupasi dengan hal-hal yang rinci (detail), peraturan, daftar, urutan, organisasi, atau jadwal;

  • Perfeksionisme yang mempengaruhi penyelesaian tugas;

  • Ketelitian yang berlebihan, terlalu berhati-hati, dan keterikatan yang tidak semestinya pada produktifitas, sampai mengabaikan kepuasan dan hubungan interpersonal;

  • Keterpakuan dan keterikatan yang berlebihan pada kebiasaan sosial;

  • Kaku dan keras kepala;

  • Pemaksaan yang tak beralasan agar orang lain mengikuti persis caranya mengerjakan sesuatu atau keengganan yang tak beralasan untuk mengizinkan orang lain mengerjakan sesuatu;

  • Mencampur-adukan pikiran dan dorongan yang memaksa dan yang enggan.

Untuk diagnosis dibutuhkan paling sedikit 3 dari diatas.
7. Gangguan Kepribadian Cemas ( Menghindar )

dengan ciri ciri :

  • Perasaan tegang dan taku yang menetap dan pervasif

  • Merasa dirinya tidak mampu, tidak menarik atau lebih rendah dari orang lain

  • Preokupasi yang berlebihan terhadap kritik dan penolakan dalam situasi social

  • Keengganan untuk terlibat dengan orang lain kecuali merasa yakin akan disukai

  • Pembatasan dalam gaya hidup karena alasan keamanan fisik

  • Menghindari aktivitas sosial atau pekerjaan yang banyak melibatkan kontak interpersonal karena takut dikritik, tidak didukung atau ditolak.

Untuk diagnosis dibutuhkan paling sedikit 3 dari diatas.

8. Gangguan Kepribadian Dependen 

  • Mendorong dan membiarkan orang lain untuk mengambil sebahagian besar keputusan penting untuk dirinya

  • Meletakkan kebutuhan sendiri lebih rendah dari orang lain kepada siapa ia bergantung dan kepatuhan yang tidak semestinya terhadap keinginan mereka

  • Keengganan untuk mengajukan permintaan yang layak kepada orang dimana tempat ia bergantung

  • Perasaan tidak enak atau tidak berdaya apabila sendirian, karena ketakutan yang dibesar-besarkan tentang ketidak mampuan mengurus diri sendiri

  • Preokupasi dengan ketakutan akan ditinggalkan oleh orang yang dekat dengan nya dan dibiarkan untuk mengurus dirinya sendiri

  • Terbatasnya kemampuan untuk membuat keputusan sehari-hari tanpa mendapat nasehat yang berlebihan dan dukungan dari orang lain.

Untuk diagnosa dibutuhkan paling sedikit 3 dari diatas.
F68 GANGGUAN KEPRIBADIAN DAN PERILAKU MASA DEWASA LAINNYA

F68.0 Elaborasi Gejala Fisik Karena Alasan Psikologis

Gejala fisik yang sesuai dan semula disebabkan oleh gangguan fisik, penyakit atau disabilitas menjadi berlebihan atau berkepanjangan disebabkan oleh keadaan psikologis dari pasien. Suatu sindrom perilaku menarik perhatian (histrionik) berkembang, yang juga mengandung keluhan tambahan (dan biasanya non-spesifik) yang tidak berasal dari fisik. Pasien umumnya tertekan oleh sakit atau disabilitas tersebut dan sering kali diwarnai oleh kekhawatiran, yang mungkin dapat dibenarkan, perihal kemungkinan disabilitas atau sakit yang progresif atau berkepanjangan. Ketidakpuasan terhadap hasil terapi atau pemeriksaan atau kekecewaan terhadap perhatian pribadi yang diperoleh di bangsal dan di klinik mungkin merupakan suatu faktor motivasi. Beberapa kasus tampaknya jelas dimotivasi oleh kemungkinan untuk memperoleh kompensasi finansial, akibat kecelakaan atau trauma, tetapi sindrom tersebut tidak perlu cepat menghilang walaupun sesudah peradilan yang sukses.




  • Neurosis Pascatrauma (Neurosis Kecelakaan / Neurosis Kompensasi)

Jenis psikoneurosis ini terlihat pada pasien yang telah mengalami trauma, yang secara mendadak mengancam jiwanya. Trauma fisik bisa terjadi atau bisa juga tidak. Kebanyakan kasus timbul setelah kecelakaan dan klaim untuk kompensasi sering mengkomplikasi diagnosis dan terapi sampai tingkat ini, sehingga neurosis kecelakaan atau neurosis kompensasi menjadi nama lain dari keadaan ini.

Gejala bisa terdiri dari semua gejala neurotic yang telah disebutkan, tetapi yang lebih sering ditemukan iritabilitas, tegangan, konsentrasi buruk dan mimpi buruk, sering bentuk berulang. Bisa timbul manifestasi motorik, terutama “tic”. Neurosis kompensasi tersering ditemukan setelah kecelakaan industri dan lalulintas jalan raya.


F68.1 Kesengajaan atau Berpura-pura Membuat Gejala atau Disabilitas, baik Fisik maupun Psikologis (Gangguan Buatan)

Dengan tidak adanya gangguan fisik atau jiwa, penyakit atau cacat yang pasti, individu berpura-pura mempunyai gejala sakit secara berulang-ulang dan konsisten. Untuk gejala fisik bahkan mungkin dapat meluas membuat sendiri irisan atau luka untuk menciptakan pendarahan, atau menyuntik diri dengan bahan beracun. Peniruan sakit dan keteguhan adanya pendarahan mungkin begitu meyakinkan dan menetap sehingga menyebabkan diulanginya pemeriksaan dan operasi di beberapa klinik dan rumah sakit, meskipun hasilnya berulang kali negatif.

Motivasi untuk perilaku ini hampir selalu kabur dan dianggap internal dan kondisi tersebut terbaik diinterpretasikan sebagai suatu gangguan perilaku sakit atau peran sakit. Individu dengan pola perilaku ini biasanya menunjukkan sejumlah tanda dari abnormalitas yang berat dari kepribadian dan hubungan.

Malingering didefinisikan sebagai kesenjangan atau berpura-pura membuat gejala atau disabilitas, baik fisik maupun psikologis yang disebabkan oleh stress eksternal atau insentif, harus diberi kode Z76.5 dari ICD-10, dan bukan berdasarkan salah satu kode dalam buku ini. Motif eksternal yang paling lazim untuk melingering meliputi penghindaran diri dari tuntutan hukuman criminal, untuk memperoleh obat terlarang, menghindari wajib militer atau tugas militer yang berbahaya, dan upaya untuk memperoleh keuntungan karena sakit atau untuk mendapat perbaikan taraf hidup seperti perumahan. Malingering secara komparatif lazim dalam lingkungan hukum dan di lingkungan militer, dan tidak lazim dalam kehidupan sipil biasa.




  • Sindrom Munchhausen (hospital addiction syndrome, hospital hopper syndrome)

Sindrom Munchausen adalah gangguan kejiwaan yang menyebabkan seorang individu mencederai atau menyakiti dirinya sendiri atau untuk membuat gejala penyakit fisik atau mental, agar ia menerima perawatan medis atau rumah sakit . Dalam variasi dari gangguan, Munchausen by proxy ( MSBP ) , seorang individu , biasanya seorang ibu , sengaja menyebabkan atau membuat sakit anak-anaknya atau orang lain di bawah asuhannya.

Dikategorikan sebagai gangguan tiruan (gangguan di mana gejala-gejala fisik atau psikologis berada di bawah kontrol sukarela), sindrom Munchausen sepertinya termotivasi oleh kebutuhan untuk mengasumsikan peran seorang pasien . Tidak seperti berpura-pura sakit (Malingering), karena sepertinya tidak akan ada keuntungan sekunder yang jelas ( misalnya , uang) pada sindrom Munchausen.

Munchausen termotivasi oleh keinginan untuk diperhatikan, kebutuhan untuk perhatian, ketergantungan, ambivalensi terhadap dokter, atau kebutuhan untuk menderita. Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi individu untuk Munchausen meliputi penyakit serius di masa kecil atau gangguan kepribadian yang ada .

Beberapa keluhan umum termasuk demam, ruam, abses, perdarahan, dan muntah . Biasanya pada Munchausen by proxy terdapat juga gejala apnea ( henti napas ), demam, muntah, dan diare. Dalam kedua Munchausen dan MSBP sindrom , yang diduga penyakit tidak menanggapi biasa saja pengobatan. Pasien atau orang tua dapat mendorong untuk prosedur diagnostik invasif dan menampilkan kedalaman yang luar biasa pengetahuan tentang prosedur medis.


F68.8 Gangguan Kepribadian dan Perilaku Masa Dewasa Lainnya YDT

Kategori ini seharusnya digunakan untuk memberi kode setiap gangguan khas dari kepribadian dan perilaku dewasa yang tidak dapat diklasifikasikan dalam semua kategori terdahulu.

Termasuk : gangguan watak YTT, gangguan hubungan YTT

F69 GANGGUAN KEPRIBADIAN DAN PERILAKU MASA DEWASA YTT

Kode ini harus digunakan hanya sebagai jalan terakhir, kalau adanya suatu gangguan kepribadian dan perilaku masa dewasa dapat diterima, tetapi informasi untuk menegakkan diagnosis dan mengalokasikan dalam kategori khusus tidak tersedia.

Sumber – Daftar Pustaka

Departemen Kesehatan RI. 1993. Pedoman Penggolongan dan Diagnosis Gangguan Jiwa di Indonesia III (PPDGJ III) – Cetakan Pertama. Jakarta: Departemen Kesehatan.



Joesafira. 2010. Macam-Macam Gangguan Kepribadian. Diunduh melalui website http://delsajoesafira.blogspot.com/2010/05/macam-macam-gangguan-kepribadian.html pada hari Selasa, 19 November 2013 pukul 20.04.

SOAL KUIS

  1. Yang membedakan gangguan kepribadian dari perubahan kepribadian adalah …

  1. waktu dan cara terjadinya

  2. jenis dan kekhasannya

  3. pengklasifikasiannya

  4. penamaannya



  1. Pedoman diagnostik untuk menentukan seseorang menderita gangguan kepribadian khas, diantaranya adalah yang memenuhi kriteria sebagai berikut, kecuali:

  1. Sikap dan perilaku yang amat tak serasi yang meliputi biasanya beberapa bidang fungsi, misalnya: afek, kesadaran, pengendalian impuls, cara memandang dan berpikir, serta gaya berhubungan dengan orang lain

  2. Pola perilaku abnormal berlangsung singkat, berjangka pendek dan tidak terbatas pada episode penyakit jiwa

  3. Pola perilaku abnormalnya pervasive dan jelas maladaptif terhadao berbagai keadaan pribadi dan sosial yang luas

  4. Gangguan biasanya, tetapi tidak selalu, berhubungan secara bermakna dengan masalah pekerjaan dan kinerja sosial



  1. Manakah pernyataan yang tidak benar mengenai F61?

  1. Terdiri dari Gangguan Kepribadian Campuran dan Perubahan Kepribadian yang Bermasalah

  2. Kategori untuk gangguan kepribadian yang menyulitkan tapi tidak menunjukkan pola spesifik dari gejala yang menjadi ciri khas dari gangguan dalam F60

  3. Merupakan kategori untuk gangguan kepribadian yang gejalanya kompleks dan tidak masuk ke dalam diagnosa dari kategori lainnya.

  4. Pada klasifikasi F61.1, gangguan kepribadian tersebut dianggap sekunder terhadap suatu diagnosis utama, yaitu gangguan afektif dan anxietas secara bersamaan.



  1. Manifestasi Perubahan Kepribadian yang Berlangsung Lama Akibat Penyakit Psikiatrik sudah ada selama kurun waktu ….

  1. Kurang dari 1 tahun

  2. Kurang dari 2 tahun

  3. 1 tahun atau lebih

  4. 2 tahun atau lebih



  1. Manakah diantara gangguan kebiasaan dan impuls pada orang dewasa berikut ini yang tidak diikuti rasa puas pada saat ataupun setelah penderita gangguan melakukannya?

  1. Judi patologis

  2. Bakar patologis

  3. Curi patologis

  4. Trikotilomania



  1. Suatu hasrat untuk hidup dan diterima sebagai anggota dari kelompok lawan jenisnya, biasanya disertai perasaan tidak enak atau tidak sesuai dengan anatomi seksualnya dan menginginkan untuk memperoleh terapi hormonal dan pembedahan untuk membuat tubuhnya semirip mungkin dengan jenis kelamin yang diinginkan disebut ….

  1. Transvestisme peran ganda

  2. Transvestisme Fetisthik

  3. Transseksualisme

  4. Fetishisme



  1. Seorang pria kerap mengenakan gaun wanita, rambut palsu yang panjang, serta riasan wajah untuk mencapai kepuasan seksualnya. Pria tersebut diindaksikan mengalami gangguan …..

  1. Fetishisme

  2. Transvestisme Fetishistik

  3. Ekshibisionisme

  4. Voyeurisme




  1. Individu yang menderita karena ketidakpastian tentang identitas jenis kelaminnya atau orientasi seksualnya, yang menimbulkan kecemasan atau depresi disebut sebagai gangguan …..

  1. Maturitas Seksual

  2. Orientasi Seksual Egodistonik

  3. Gangguan hubungan seksual

  4. Semua salah



  1. Berikut adalah ciri dari penderita dengan gangguan anankastik, kecuali …

  1. Perasaan ragu-ragu dan hati-hati yang berlebihan;

  2. Perfeksionisme yang mempengaruhi penyelesaian tugas;

  3. Pemaksaan yang tak beralasan agar orang lain mengikuti persis caranya mengerjakan sesuatu atau keengganan yang tak beralasan untuk mengizinkan orang lain mengerjakan sesuatu;

  4. Kecurigaan yang berulang, tanpa dasar (justification) tentang kesetiaan seksual dari pasangannya




  1. Gangguan kejiwaan yang menyebabkan seorang individu mencederai atau menyakiti dirinya sendiri atau untuk membuat gejala penyakit fisik atau mental, agar ia menerima perawatan medis atau rumah sakit adalah ….

  1. Neurosis kompensasi

  2. Neurosis Pascatrauma

  3. Histrionik

  4. Sindrom Munchhausen



Dostları ilə paylaş:
1   2   3


Verilənlər bazası müəlliflik hüququ ilə müdafiə olunur ©genderi.org 2017
rəhbərliyinə müraciət

    Ana səhifə