Menkes akan Kaji Vaksin Dengue Sanofi Pasteur 2016-10-27 Koran Jakarta



Yüklə 7,02 Kb.
tarix10.11.2017
ölçüsü7,02 Kb.

http://www.koran-jakarta.com/menkes-akan-kaji-vaksin-dengue-sanofi-pasteur/

Admin - 2016-10-28 09:46:03
Menkes akan Kaji Vaksin Dengue Sanofi Pasteur
2016-10-27 - Koran Jakarta  

menkes akan kaji vaksin dengue sanofi pasteur

YOGYAKARTA – Pemerintah masih akan mengaji vaksin Dengue milik Sanofi Pasteur terkait kemungkinan perluasan penggunaannya di daerah endemik demam berdarah di Indonesia. “Kalau kami (Kementerian Kesehatan) akan memakai, tentu harus hitung-hitung biaya yang sepertinya besar,” kata Menteri Kersehatan, Nila F Moeloek di sela-sela kunjungannya ke Puskesmas Banguntapan II, Bantul, Yogyakarta, Rabu (26/10).

Menkes mengaku belum bisa berkomentar banyak soal vaksin Dengue, termasuk kemungkinan pemerintah memproduksi sendiri vaksin tersebut. “Saya belum bisa jawab,” kata Nila saat ditanya kemungkinan Indonesia swaproduksi vaksin Dengue.

Menkes mengaku sudah mendengar jika terdapat efek samping vaksin Dengue, yaitu saat vaksin diberikan kepada anak-anak. Oleh karena itu, pihaknya bersama lintas sektor akan terus melakukan monitoring terhadap penggunaan vaksin Dengue milik Sanofi Pasteur itu.

Sebelumnya, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah memberikan izin peredaran dan produksi vaksin Dengue di Indonesia. Pesetujuan vaksin Dengue itu merupakan yang pertama di Indonesia, kedua di Asia dan ketujuh di dunia.

Vaksin dengue milik Sanofi Pasteur telah disetujui sebelumnya di Meksiko, Brasil, El Savador, Costa Rica, Filipina, dan Paraguay. Ketua Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI), Sri Rezeki S Hadinegoro menyambut baik persetujuan vaksin ini yang dinilainya tepat waktu. Dengue merupakan penyakit hiperendemik di Indonesia.

“Hingga April 2016, ada lebih dari 80 ribu kasus dengue tercatat di Indonesia, melonjak 39 persen dibanding periode sama tahun lalu,” katanya. Sri Rezeki sendiri melakukan penelitian terhadap sekitar 1.800 anak usia sekolah dari Jakarta, Bandung, dan Denpasar. Penelitian untuk mengetahui efikasi (kemanjuran) vaksin.

Penelitian sekarang sudah memasuki fase III. Walau penelitian masih belum selesai, namun menurut dia setelah dua tahun sudah bisa dilihat hasilnya. ”Pada kelompok umur 9-16 tahun hasilnya konsisten. Secara signifikan menurunkan angka infeksi sampai 65 persen, angka perawatan di rumah sakit turun sampai 80 persen, dan kasus dengue berat turun sampai 92 persen,” paparnya.

Membunuh Jentik
Sementara itu, mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta berhasil menemukan efektivitas buah dan biji pare dalam membunuh jentik nyamuk demam berdarah dengue (DBD). “Dalam buah dan biji pare mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, saponin, dan terpenoid yang cukup tinggi.

Keempat senyawa itu memiliki kemampuan untuk membunuh jentik nyamuk,” ungkap Mahasiswa Fakultas Biologi UGM, Diyah Tri Utami. Ia mengatakan, senyawa tersebut bisa mematikan syaraf dan menyerang sistem pernafasan yang bisa mengakibatkan kematian pada hewan-hewan kecil seperti jentik nyamuk. YK/E-3


Dostları ilə paylaş:


Verilənlər bazası müəlliflik hüququ ilə müdafiə olunur ©genderi.org 2019
rəhbərliyinə müraciət

    Ana səhifə