Penemuan artefak kuno Mesir 1403-1365 sm. Penemuan artefak kuno Mesir 1403-1365 sm



Yüklə 445 b.
tarix10.11.2017
ölçüsü445 b.





Penemuan artefak kuno Mesir 1403-1365 SM.

  • Penemuan artefak kuno Mesir 1403-1365 SM.

  • Gambaran klinis  dr Michael Underwood

  • Th 1840 dilanjutkan oleh dr Jakob Heine dan Karl Oskar Medin  Heine-Medin Dis

  • Th 1955 Jonas Salk  Vaksin Polio pertama

  • Th 1962 Albert Sabin  Vaksin Polio



Poliomyelitis (bhs Yunani); polio = abu-2, myelon = saraf perifer  penyakit akut yang menyerang sistem saraf perifer

  • Poliomyelitis (bhs Yunani); polio = abu-2, myelon = saraf perifer  penyakit akut yang menyerang sistem saraf perifer

  • = paralysis infantil

  • Gejala Utama ; kelumpuhan (flaccid paralysis akut) yang dapat mengalami penyembuhan, namun bila dalam 60 hari masih ada, paralysis mungkin menetap



Polio tersebar di seluruh dunia

  • Polio tersebar di seluruh dunia

  • Polio banyak menyerang bayi dan anak-2

  • Di negara endemis, 70-80% pdrt usia < 3 th, 80-90% usia < 5 th.

  • Kelompok rentan; anak-2 yg tdk terdaftar, menolak immunisasi, minoritas, migran musiman, nomaden, pengungsi dan masyarakat miskin perkotaan



WHO menyatakan th 2000 sbg tahun eradikasi polio global, ttp th 2002 tercatat masih ada 7 negara endemis, antara lain Afghanistan, Mesir, India, Nigeria,Pakistan dan Somalia.

  • WHO menyatakan th 2000 sbg tahun eradikasi polio global, ttp th 2002 tercatat masih ada 7 negara endemis, antara lain Afghanistan, Mesir, India, Nigeria,Pakistan dan Somalia.

  • Data terakhir sampai Juni 2007 terdapat 243 kasus polio liar. Negara penyumbang terbesar Nigeria 114 kasus, India 82 kasus dan Korea Utara 13 kasus



Di Indonesia pernah terjadi polio akibat virus 3 di Jawa Tengah tahun 1995.

  • Di Indonesia pernah terjadi polio akibat virus 3 di Jawa Tengah tahun 1995.

  • Tahun 2005 tercatat sampai 303 kasus, dan terjadi pertama kali di Cidahu, Sukabumi.

  • Menurut penyelidikan WHO dan Depkes RI, virus polio liar di Indonesia tahun 2005 berasal dari Sudan atau Nigeria, yang ditularkan oleh jemaah haji, umroh atau tenaga kerja.



Genus enterovirus

  • Genus enterovirus

  • Tipe 1,2,3

  • Bertahan 48 jam (kemarau), 2 minggu (hujan)

  • Tahan terhadap sabun, detergen, alkohol, eter dan chloroform

  • Tdk tahan formaldehida 0,3%, klorin, pemanasan dan ultraviolet



Masa inkubasi: 7-14 hari (3 – 35 hr)

  • Masa inkubasi: 7-14 hari (3 – 35 hr)

  • Manusia satu-satunya reservoir

  • Penularan route : oro-fekal, ttp dapat melalui sekret faring pd sanitasi yg baik

  • Susu, makanan & bahan tercemar dpt menularkan, ttp blm ada bukti penularan melalui serangga

  • Potensial menular : pada akhir masa inkubasi & pada awal gejala, terutama penderita yg tanpa gejala (inapparent)



Semua orang rentan terinfeksi, namun kelumpuhan hanya terjadi skt 1%.

  • Semua orang rentan terinfeksi, namun kelumpuhan hanya terjadi skt 1%.

  • Sebagian pdrt sembuh, namun yg tetap lumpuh berkisar 0,1-1%.

  • Kelumpuhan pd org dewasa non-imun lebih tinggi dari anak/bayi non-immun.

  • Serangan kedua polio jarang terjadi, umumnya akibat tipe virus yang berbeda



Gejala awal ; nyeri tenggorok, rasa tdk enak di perut, demam ringan, lemas, nyeri kepala ringan.

  • Gejala awal ; nyeri tenggorok, rasa tdk enak di perut, demam ringan, lemas, nyeri kepala ringan.

  • Gejala klinis yg mengarah pada polio : demam, kelumpuhan akut.

  • Kelumpuhan umumnya bersifat lumpuh layuh (flaccid), terjadi pada tungkai bawah, asimetris, lemas tanpa gangguan saraf perasa, otot dapat mengecil, refleks negatif

  • Dapat disertai nyeri kepala, muntah, kekakuan leher dan punggung



Acute flaccid paralysis (AFP)

  • Acute flaccid paralysis (AFP)

  • Myelitis transversa

  • Guillain Barré Syndrome (GBS)

  • Meningitis non-bakterial akut

  • Toxic encephalopathy

  • Diagnosis pasti  pemeriksaan laboratorium terakreditasi WHO; Lab Biofarma, BBLK Surabaya atau Lab Puslit Penyakit Jakarta



Tdk spesifik

  • Tdk spesifik

  • Simptomatik ; meredakan gejala

  • Suportif ; meningkatkan stamina

  • Fisioterapi ; meminimalkan kelumpuhan dan mengurangi atrofi otot

  • Ortopedik ; utk kelumpuhan yg menetap



1. Eradikasi Polio (erapo)

  • 1. Eradikasi Polio (erapo)

  • keadaan di mana suatu negara bebas kasus polio liar selama 3 tahun berturut-turut dan didukung sistem surveilans yang mantap

  • Sistem surveilans mantap :

  • - Zero report ; lap mingguan lengkap & tepat

  • - AFP rate 1 (100%) ; hrs bs menemukan kasus AFP dan membuktikan dgn lab penyebabnya bukan polio



Strategi erapo :

  • Strategi erapo :

  • Mempertahankan immunisasi rutin dengan cakupan yang tinggi

  • Melaksanakan program immunisasi tambahan; PIN, sub-PIN, mopping up

  • SAFP sesuai standar sertifikasi

  • Pengamanan virus polio di laboratorium



2. SAFP (Surveilance Acute Flaccid Paralysis)

  • 2. SAFP (Surveilance Acute Flaccid Paralysis)

  • Pengamatan ketat pada semua kasus kelumpuhan akut yang mirip polio ; akut (< 2 mgg), flaccid, pada anak < 15 th

  • Dimaksudkan untuk mengidentifikasi daerah berisiko tinggi akan transmisi virus polio liar

  • Memantau perkembangan program erapo

  • Alat pembuktian Indonesia Bebas Polio



Satu kasus AFP =KLB

  • Satu kasus AFP =KLB

  • Tiap menemukan 1 AFP, petugas harus mendapatkan spesimen tinja penderita dlm 24-48 jam (maks 2 mgg), lalu dikirim ke lab, kmd visitasi ulang setelah 60 hr.

  • 3. Immunisasi

  • Mrpk faktor terpenting dalam pemberantasan polio

  • Tdp 2 jenis vaksin; OPV (oral polio vaccine) dan IPV (injection polio vaccine)



Merangsang pembentukan antibodi humoral yg menghambat virus ke otak

  • Merangsang pembentukan antibodi humoral yg menghambat virus ke otak

  • Menstimulasi terbentuknya antibodi lokal di usus (slg A) yg menghambat penempelan virus polio pada dinding usus

  • Dari virus hidup yg dilemahkan, berisiko Vaccine derived polio virus (VDPV)



Merangsang pembentukan antibodi humoral dgn sangat baik

  • Merangsang pembentukan antibodi humoral dgn sangat baik

  • Juga dapat merangsang kekebalan intestinal

  • Dibuat berdasarkan virus yang dimatikan

  • Harga mahal  tdk dianjurkan untuk program erapo



Antibodi usus lokal hanya bertahan 100 hari pd dinding usus,setelah itu VPL (virus polio liar) dapat masuk & bereplikasi pada dinding usus.

  • Antibodi usus lokal hanya bertahan 100 hari pd dinding usus,setelah itu VPL (virus polio liar) dapat masuk & bereplikasi pada dinding usus.

  • Antibodi humoral yg sudah terbentuk akan menghalangi VPL masuk jaringan saraf. Ttp virus yg berkembang di usus dapat keluar melalui tinja dan menginfeksi org lain



Kekebalan spesifik yang terbentuk akan bertahan seumur hidup

  • Kekebalan spesifik yang terbentuk akan bertahan seumur hidup

  • Oleh karena itu PIN sebaiknya dilakukan secara serentak, karena tdk memberi kesempatan VPL berkembang biak



Buatlah ringkasan Etiologi, epidemiologi, gejala & tanda, pengobatan dan pencegahan

  • Buatlah ringkasan Etiologi, epidemiologi, gejala & tanda, pengobatan dan pencegahan

  • Jelaskan perbedaan AFP dengan Polio!

  • Siap saja yang berisiko terkena polio?

  • Bagaimana upaya pencegahan penyakit polio?





Dostları ilə paylaş:


Verilənlər bazası müəlliflik hüququ ilə müdafiə olunur ©genderi.org 2019
rəhbərliyinə müraciət

    Ana səhifə