Peserta memahami konsep substansi pembelajaran



Yüklə 661 b.
tarix08.08.2018
ölçüsü661 b.



PESERTA MEMAHAMI KONSEP SUBSTANSI PEMBELAJARAN

  • PESERTA MEMAHAMI KONSEP SUBSTANSI PEMBELAJARAN

  • BERDASARKAN KTPS



Kenapa kurikulum harus berubah ? demikian pertanyaan yang kerapkali dilontarkan orang, ketika menanggapi terjadinya perubahan kurikulum yang terjadi di Indonesia.

  • Kenapa kurikulum harus berubah ? demikian pertanyaan yang kerapkali dilontarkan orang, ketika menanggapi terjadinya perubahan kurikulum yang terjadi di Indonesia.

  • Jawabannya pun sangat beragam, bergantung pada persepsi dan tingkat pemahamannya masing-masing. Sepanjang sejarahnya, di Indonesia telah mengalami beberapa kali perubahan hingga ada kesan di masyarakat bahwa “ganti menteri, ganti kurikulum”.



Perubahan kurikulum :

  • Perubahan kurikulum :

  • Dibtuhkan manakala dipandang sudah tidak efektif

  • dan tidak relevan lagi dengan tuntutan dan perkembangan jaman

  • dan setiap perubahan akan mengandung resiko dan konsekuensi tertentu.

  • Perubahan kurikulum yang berskala nasional

  • Polemik/ perdebatan,

  • dampaknya yang sangat luas serta

  • mengandung resiko yang sangat besar,

  • Perubahan dilakukan secara tiba-tiba dan dalam waktu yang singkat serta tanpa dasar yang jelas.



Perubahan kurikulum pada tingkat sekolah perlu dilakukan secara terus menerus.

  • Perubahan kurikulum pada tingkat sekolah perlu dilakukan secara terus menerus.

  • Tdak dilakukan secara radikal dan menyeluruh, bergantung kepada data hasil evaluasi.

  • Awal berlaku KTSP terkesan mendadak,

  • Pengembangan KTSP dengan “keterpaksaan” demi mematuhi ketentuan yang berlaku,

  • Model yang dikembangkan belum sepenuhnya menggambarkan kebutuhan dan kondisi nyata sekolah.

  • Model kurikulum yang sesuai, dibutuhkan perbaikan – perbaikan yang secara terus-menerus berdasarkan data evaluasi, hingga pada akhirnya dapat ditemukan model kurikulum yang lebih sesuai dengan karakteristik dan kondisi nyata sekolah.



Tidak pernah melakukan perubahan apapun.

  • Tidak pernah melakukan perubahan apapun.

  • sekolah yang demikian, akan stagnan.

  • model kurikulum, dibentuk tim pengembang kurikulum tingkat sekolah yang bertugas untuk memanage kurikulum di sekolah (TPS).

  • sudah ditunjuk petugas khusus yang menangani kurikulum (wakasek kurikulum), tugas -tugas yang rutin dan teknis

  • Usaha untuk mendesain, mengimplementasikan, dan mengevaluasi serta mengembangan kurikulum yang lebih inovatif tampaknya kurang diperhatikan.

  • Dengan adanya Tim Pengembang Kurikulum di sekolah maka kegiatan manajemen kurikulum mungkin akan jauh lebih terarah, sehingga pada gilirannya pendidikan di sekolah pun akan jauh lebih efektif dan efisien













1. Hasil analisis konteks digunakan sebagai salah satu pertimbangan untuk mengembangkan KTSP sebagai kurikulum operasional yang harus dilaksanakan di satuan pendidikan.

  • 1. Hasil analisis konteks digunakan sebagai salah satu pertimbangan untuk mengembangkan KTSP sebagai kurikulum operasional yang harus dilaksanakan di satuan pendidikan.

  • 2. Satuan pendidikan harus berupaya untuk:

  • memenuhi standar nasional pendidikan, meningkatkan kekuatan dan mengurangi kelemahan komponen-komponen satuan pendidikan, serta memanfaatkan peluang dan mengatasi tantangan/ ancaman komponen/faktor-faktor yang ada di lingkungan, sehingga dapat mewujudkan sekolah efektif yang unggul dan siap berkompetisi secara global



Kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) adalah kurikulum operasional yang disusun oleh dan dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan.

  • Kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) adalah kurikulum operasional yang disusun oleh dan dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan.





Mengkaji Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar

  • Mengkaji Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar

  • Merumuskan indikator pencapaian kompetensi

  • Mengidentifikasi materi pembelajaran

  • Mengembangkan kegiatan pembelajaran

  • Menentukan jenis penilaian

  • Menentukan alokasi waktu

  • Menentukan sumber belajar





















Penilaian merupakan serangkaian kegiatan utk memperoleh, menganalisis, dan menafsirkan data tentang proses dan hasil belajar peserta didik yang dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan, sehingga menjadi informasi yang bermakna dalam pengambilan keputusan.

  • Penilaian merupakan serangkaian kegiatan utk memperoleh, menganalisis, dan menafsirkan data tentang proses dan hasil belajar peserta didik yang dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan, sehingga menjadi informasi yang bermakna dalam pengambilan keputusan.



















Berdasar kan pengertian silabus dan RPP diatas

  • Berdasar kan pengertian silabus dan RPP diatas

  • Penyusunan Silabus dan RPP diawali dengan cara melakukan analisis :

  • 1.Materi apa yang harus diajarkan kepada siswa (materi ajar)

  • 2.Bagaimana cara mengajarkan materi tersebut (metoda)

  • 3.Tujuan apa yang hendak dicapai dari mengajarkan materi tersebut (TP)

  • 4.Bagaimana siswa belajar agar tujuan pembelajaran tercapai (KP)

  • 5.Bagaimana cara mengukur apakah TP sudah tercapai (penilaian)



Kata konci dari Silabus dan RPP terletak pada Tujuan pembelajaran

  • Kata konci dari Silabus dan RPP terletak pada Tujuan pembelajaran

  • Tujuan pembelajaran merupakan indikator yang ditulis secara lengkap

  • Indikator yang lengkap memiliki 5 komponen

  • 1.Audien = A (siswa)

  • 2.Behavior = B Perubahan tingkalaku yang ingin dicapai dan dapat diukur sebagai hasil belajar

  • 3.Condition =C Situasi /lingkungan KBM

  • 4.Degree = D Tingkat kesulitan sesuai kemampuan siswa

  • 5.Content = E Kedalaman materi sebagai isi Kegiatan belajar



Contoh TP :

  • Contoh TP :

  • Setelah tanya jawab siswa dapat menuliskan lima ciri ciri mahluk hidup

  • Rumusan

  • 1.Setelah tanya jawab E

  • 2.Siswa A

  • 3.dapat menuliskan B

  • 4.lima D

  • 5.ciri ciri mahlk hidup C



Tujuan pembelajaran yang baik didalamnya terdat 5 Aspek

  • Tujuan pembelajaran yang baik didalamnya terdat 5 Aspek

  • 1.Indikator 2.Soal 3.Metoda4. Kegiatan pembelajaran5. Aspek penilaian

  • Contoh TP :

  • Setelah diskusi siswa dapat menuliskan 5 ciri ciri mahluk hidup

  • 1.Indikator Menuliskan 5 ciriciri mahluk hidup

  • 2.Soal Tuliskan 5 ciri Mahluk hidup

  • 3.Metoda diskusi

  • 4.Kegiatan pembelajaran Diskusi tentang ciri ciri mahluk hidup

  • 5.Aspek penilaian Kognitip

  • Teknik tertulis















Mengkaji standar kompetensi dan kompetensi

  • Mengkaji standar kompetensi dan kompetensi

  • dasar mata pelajaran sebagaimana tercantum

  • Pada Standar Isi, dengan memperhatikan hal-hal

  • berikut:

  • urutan berdasarkan hirarki konsep disiplin ilmu dan/atau tingkat kesulitan materi, tidak harus selalu sesuai dengan urutan yang ada di SI;

  • keterkaitan antara standar kompetensi dan kompetensi dasar dalam mata pelajaran;

  • keterkaitan antara standar kompetensi dan kompetensi dasar antarmata pelajaran.



















































Chapter 1 : Pengertian Titik, Garis, dan Bidang + Aksioma Euclides

  • Chapter 1 : Pengertian Titik, Garis, dan Bidang + Aksioma Euclides

  • Chapter 2 : Kedudukan Titik Terhadap Garis dan Bidang

  • Chapter 3 : Kedudukan Garis Terhadap Garis dan Bidang

  • Chapter 4 : Kedudukan Bidang Terhadap Bidang Lain









































Model pembelajaran adalah bentuk pembelajaran yang menggambarkan kegiatan dari awal sampai akhir yang disajikan secara khas oleh guru

  • Model pembelajaran adalah bentuk pembelajaran yang menggambarkan kegiatan dari awal sampai akhir yang disajikan secara khas oleh guru



PENGERTIAN

  • PENGERTIAN

  • 1.Strategi pembelajaran:

  • siasat atau kiat yang sengaja direncanakan oleh guru, berkenaan dengan segala persiapan pembelajaran agar pelaksanaan pembelajaran berjalan dengan lancar dan tujuannya yang berupa hasil belajar bisa tercpai secara optimal

  • Seperangkat kebijasanaan yang terpilih, yang telah dikitkan dengan faktor yang menentukan warna atau strategi tersebut, seperti:

  • - pemilihan materi

  • - penyaji materi

  • - cara penyajian materi

  • - sasaran penerima



2.Pendekatan pembelajaran:

  • 2.Pendekatan pembelajaran:

  • cara yang ditempuh guru dalam melaksanakan pembelajaran agar konsep yang disajikan bisa beradaptasi dengan siswa

  • Jalan yang ditempuh oleh guru atau siswa dalam mencapai tujuan pembelajaran dilihat bagaimana materi itu disajikan



Keterampilan proses

  • Keterampilan proses

  • Sistim belajar siswa aktip

  • CTL

  • STS

  • Kecakapan hidup

  • PAKEM

  • Tematik



Metode pembelajaran:

  • Metode pembelajaran:

  • cara menyajikan materi yang masih bersifat umum

  • Cara mengajar secara umum yang dapat diterapkan pada semua mata pelajaran, misal: ceramah, eksperimen, tanya jawab, demonstrasi,diskusi,penugasan

  • Teknik mengajar:

  • penerapan secara khusus suatu metode pembelajaran yang telah disesuaikan dengan kemampuan dan kebiasaan guru, ketersediaan media pembelajaran serta kesiapan siswa



Model pembelajaran:

  • Model pembelajaran:

  • Pola interaksi siswa dengan guru di dalam kelas yang menyangkut strategic, pendekatan, metode dan teknik pembelajaran yang diterapkan dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran di kelas

  • Rencana atau pola yang mengorganisasi pembelajaran dalam kelas dan menunjukkan cara penggunaan materi pembelajaran.







Tidak ada model pembelajaran yang paling efektif untuk semua mata pelajaran atau untuk semua materi

  • Tidak ada model pembelajaran yang paling efektif untuk semua mata pelajaran atau untuk semua materi

  • Pemilihan model pembelajaran untuk diterapkan guru di dalam kelas mempertimbangkan beberapa hal:

  • 1. tujuan pembelajaran

  • 2. sifat materi pelajaran

  • 3. ketersediaan fasilitas

  • 4. kondisi peserta didik

  • 5. alokasi waktu yang tersedia



Ada keterlibatan intelektual – emosional peserta didik melalui kegiatan mengalami, menganalisis, berbuat, dan pembentukan sikap

  • Ada keterlibatan intelektual – emosional peserta didik melalui kegiatan mengalami, menganalisis, berbuat, dan pembentukan sikap

  • Ada keikutsertaan peserta didik secara aktif dan kreatif selama pelaksanaan model pembelajaran

  • Guru bertindak sebagai fasilitator, koordinator, mediator dan motivator kegiatan belajar peserta didik

  • Penggunaan berbagai metode, alat dan media pembelajaran





Dalam metode Jigsaw siswa dikelompokkan secara heterogen. Bagaimana mengelompokkan siswa secara heterogen? Berikut ini adalah contoh pengelompokkan siswa:

  • Dalam metode Jigsaw siswa dikelompokkan secara heterogen. Bagaimana mengelompokkan siswa secara heterogen? Berikut ini adalah contoh pengelompokkan siswa:

  • 1.      Susunlah peringkat siswa dari peringkat satu dan selanjutnya sampai dengan peringkat terakhir berdasar nilai sebelumnya

  • 2.      Tentukan beberapa siswa pertama (contoh tentukan siswa peringkat satu sebagai kelompok A,siswa peringkat 2 sebagai kelompok B dst). Atur setiap tim terdiri dari siswa yang peringkat nilainya tinggi, sedang dan rendah.





Dari penentuan sesuai contoh diatas, maka untuk 40 siswa dalam satu kelas dapat dibagi menjadi 10 kelompok yang setiap kelompoknya terdiri atas 4 orang.

  • Dari penentuan sesuai contoh diatas, maka untuk 40 siswa dalam satu kelas dapat dibagi menjadi 10 kelompok yang setiap kelompoknya terdiri atas 4 orang.

  •  

  • Setelah siswa dikelompokkan, misalnya satu kelompok terdiri dari 4 siswa kelompok ini disebut kelompok belajar (home group), kemudian setiap siswa di beri tugas membaca dan menggali informasi dengan topik yang berbeda-beda, sebaiknya tugas membaca ini sudah diberikan pada pertemuan sebelumnya sehingga di kelas hanya membutuhkan sedikit waktu untuk meneruskannya.

  •  



Kemudian siswa-siswa dengan topik yang sama dari setiap kelompok diminta bergabung ke dalam kelompok ahli (expert group) untuk mendiskusikan topik tersebut.

  • Kemudian siswa-siswa dengan topik yang sama dari setiap kelompok diminta bergabung ke dalam kelompok ahli (expert group) untuk mendiskusikan topik tersebut.

  •  

  • Setelah siswa-siswa dengan topik yang sama mengadakan diskusi pada expert group, mereka diminta kembali lagi ke kelompok belajar semula. Di kelompok belajar para siswa (4 siswa) masing-masing menjelaskan kepada temannya tentang topiknya. Di bawah ini digambarkan alur pergerakan siswa dari home group/learning group ke expert group dan kembali lagi ke home group/learning group.















Pembelajaran tuntas (mastery learning) adalah pendekatan dalam pembelajaran yang mempersyaratkan peserta didik menguasai secara tuntas seluruh kompetensi dasar dan standar kompetensi mata pelajaran.

  • Pembelajaran tuntas (mastery learning) adalah pendekatan dalam pembelajaran yang mempersyaratkan peserta didik menguasai secara tuntas seluruh kompetensi dasar dan standar kompetensi mata pelajaran.





Sistem penilaian menggunakan ulangan/ujian berkelanjutan, yang ciri-cirinya adalah:

  • Sistem penilaian menggunakan ulangan/ujian berkelanjutan, yang ciri-cirinya adalah:

  • Ulangan dilaksanakan untuk melihat ketuntasan setiap Kompetensi Dasar.

  • Ulangan dapat dilaksanakan untuk satu atau lebih Kompetensi Dasar.

  • Hasil ulangan dianalisis dan ditindaklanjuti melalui program remedial, program pengayaan.

  • Ulangan mencakup aspek kognitif dan psikomotor.

  • Aspek afektif diukur melalui kegiatan inventori afektif seperti:pengamatan, kuesioner, dsb.



Pembelajaran remedial adalah pembelajaran yang diberikan kepada peserta didik yang belum mencapai ketuntasan pada KD tertentu, menggunakan berbagai metode yang diakhiri dengan penilaian untuk mengukur kembali tingkat ketuntasan belajar peserta didik.

  • Pembelajaran remedial adalah pembelajaran yang diberikan kepada peserta didik yang belum mencapai ketuntasan pada KD tertentu, menggunakan berbagai metode yang diakhiri dengan penilaian untuk mengukur kembali tingkat ketuntasan belajar peserta didik.



Penilaian ulang diberikan kepada peserta didik yang telah mengikuti program pembelajaran remedial agar dapat diketahui apakah peserta didik telah mencapai ketuntasan dalam penguasaan kompetensi yang telah ditetapkan.

  • Penilaian ulang diberikan kepada peserta didik yang telah mengikuti program pembelajaran remedial agar dapat diketahui apakah peserta didik telah mencapai ketuntasan dalam penguasaan kompetensi yang telah ditetapkan.



Pembelajaran remedial diberikan setelah peserta didik mempelajari satu atau beberapa KD tertentu yang diuji melalui Ulangan Harian.

  • Pembelajaran remedial diberikan setelah peserta didik mempelajari satu atau beberapa KD tertentu yang diuji melalui Ulangan Harian.



Pembelajaran ulang dengan metode dan media yang berbeda,

  • Pembelajaran ulang dengan metode dan media yang berbeda,

  • Belajar mandiri atau pemberian bimbingan secara khusus,

  • Pemberian tugas/latihan,

  • Belajar kelompok dengan bimbingan alumni atau tutor sebaya,

  • dan lain-lain, yang semuanya diakhiri dengan ulangan.



Tes ulang diberikan kepada peserta didik yang telah mengikuti program pembelajaran remedial agar dapat diketahui apakah peserta didik telah mencapai ketuntasan dalam penguasaan kompetensi yang telah ditetapkan.

  • Tes ulang diberikan kepada peserta didik yang telah mengikuti program pembelajaran remedial agar dapat diketahui apakah peserta didik telah mencapai ketuntasan dalam penguasaan kompetensi yang telah ditetapkan.



Nilai remedi idealnya dapat lebih tinggi dari KKM. Apabila kebijakan ini diberlakukan, maka setiap peserta didik (termasuk yang sudah mencapai KKM) berhak mengikuti remedi/perbaikan nilai sehingga mencapai nilai maksimal (100).

  • Nilai remedi idealnya dapat lebih tinggi dari KKM. Apabila kebijakan ini diberlakukan, maka setiap peserta didik (termasuk yang sudah mencapai KKM) berhak mengikuti remedi/perbaikan nilai sehingga mencapai nilai maksimal (100).

  • Oleh karena itu, mempertimbangkan kepraktisan dalam pelaksanaan remedial sekolah dapat menetapkan nilai remedi sama dengan nilai KKM. Kebijakan ini harus disosialisasikan sejak awal tahun pelajaran.



Penugasan individu diakhiri dengan tes (lisan/tertulis) bila jumlah peserta didik yang mengikuti remedial maksimal 20%.

  • Penugasan individu diakhiri dengan tes (lisan/tertulis) bila jumlah peserta didik yang mengikuti remedial maksimal 20%.

  • Penugasan kelompok diakhiri dengan tes individual (lisan/tertulis) bila jumlah peserta didik yang mengikuti remedi lebih dari 20% tetapi kurang dari 50%.

  • Pembelajaran ulang diakhiri dengan tes individual (tertulis) bila jumlah peserta didik yang mengikuti remedi lebih dari 50 %.



Peserta didik yang telah mencapai kompetensi lebih cepat dari peserta didik lain dapat mengembangkan dan memperdalam kecakapannya secara optimal melalui pembelajaran pengayaan.

  • Peserta didik yang telah mencapai kompetensi lebih cepat dari peserta didik lain dapat mengembangkan dan memperdalam kecakapannya secara optimal melalui pembelajaran pengayaan.

  • Pembelajaran pengayaan dapat diartikan sebagai suatu pengalaman atau kegiatan peserta didik yang telah melampaui persyaratan minimal (KKM) yang ditentukan oleh Satuan Pendidikan dan tidak semua peserta didik dapat melakukannya.



Pembelajaran pengayaan memberikan kesempatan bagi peserta didik yang memiliki kelebihan sehingga mereka dapat mengembangkan minat dan bakat serta mengoptimalkan kecakapannya.

  • Pembelajaran pengayaan memberikan kesempatan bagi peserta didik yang memiliki kelebihan sehingga mereka dapat mengembangkan minat dan bakat serta mengoptimalkan kecakapannya.

  • Pengayaan merupakan penguatan pada KD tertentu dengan memberi tugas membaca, tutor sebaya, diskusi, dan lain-lain



Belajar Kelompok

  • Belajar Kelompok

  • Belajar mandiri

  • Pembelajaran berbasis tema

  • Pemadatan kurikulum



Sebagai bagian integral dari kegiatan pembelajaran, kegiatan pengayaan ini tidak lepas dengan penilaian.

  • Sebagai bagian integral dari kegiatan pembelajaran, kegiatan pengayaan ini tidak lepas dengan penilaian.

  • Penilaian hasil belajar kegiatan pengayaan tidak sama dengan kegiatan pembelajaran biasa tetapi cukup dalam bentuk portofolio dan harus dihargai sebagai nilai lebih dari peserta didik yang lainnya



Pengembangan diri merupakan kegiatan pendidikan di luar mata pelajaran sebagai bagian integral dari kurikulum sekolah/madrasah.

  • Pengembangan diri merupakan kegiatan pendidikan di luar mata pelajaran sebagai bagian integral dari kurikulum sekolah/madrasah.

  • Kegiatan pengembangan diri merupakan upaya pembentukan watak dan kepribadian peserta didik yang dilakukan melalui kegiatan pelayanan konseling berkenaan dengan masalah pribadi dan kehidupan sosial, kegiatan belajar, dan pengembangan karir, serta kegiatan ekstra kurikuler.

  • Untuk satuan pendidikan kejuruan, kegiatan pengembangan diri, khususnya pelayanan konseling ditujukan guna pengembangan kreativitas dan karir

  • Untuk satuan pendidikan khusus, pelayanan konseling menekankan peningkatan kecakapan hidup sesuai dengan kebutuhan khusus peserta didik.









Dostları ilə paylaş:


Verilənlər bazası müəlliflik hüququ ilə müdafiə olunur ©genderi.org 2019
rəhbərliyinə müraciət

    Ana səhifə