|
 Sama. Komunikasi berasal dari kata communis, common yang berarti sama
|
tarix | 05.12.2017 | ölçüsü | 455 b. | | #13977 |
|
Communication is not just words, paint on canvas, math symbols or the equations and models of scientists; it is interrelation of human beings trying to escape loneliness, trying to share experience, trying to implant ideas (William Marsteller – Advertising Executive). Communication is not just words, paint on canvas, math symbols or the equations and models of scientists; it is interrelation of human beings trying to escape loneliness, trying to share experience, trying to implant ideas (William Marsteller – Advertising Executive).
Komunikasi merupakan proses yang fundamental. Komunikasi merupakan proses yang fundamental. Setiap aktivitas individu dalam lingkup pribadi, sosial maupun pekerjaan tidak bisa dilepaskan dari komunikasi. Karir dalam semua bidang pekerjaan menuntut seseorang untuk: Memahami situasi komunikasi. Mengembangkan strategi komunikasi yang efektif. Menjalin hubungan dengan orang lain. Menyajikan gagasan melalui beragam saluran komunikasi.
Komunikasi berasal dari kata communis, common yang berarti sama. Komunikasi berasal dari kata communis, common yang berarti sama. Bila kita berkomunikasi, maka kita berusaha untuk mencapai commonness (kesamaan makna). Kesamaan makna dicapai melalui aktivitas berbagi gagasan atau sikap. Komunikasi merupakan proses pertukaran gagasan melalui penggunaan lambang-lambang (verbal dan non verbal) untuk mencapai kesamaan makna (commonness, mutual understanding).
Dimensi dalam definisi komunikasi: Dimensi dalam definisi komunikasi: Level of observation: beberapa definisi komunikasi memiliki cakupan yang luas dan beberapa lainnya terbatas. Intentionality: definisi komunikasi mencakup pengiriman dan penerimaan pesan dengan maksud/tujuan tertentu; definisi lainnya tidak melakukan pembatasan. Normative judgement: beberapa definisi mencakup pernyataan tentang keberhasilan; definisi lainnya tidak berhubungan dengan hal tersebut.
Level of observation: proses yang menghubungkan bagian-bagian dari kehidupan dunia yang terpisah. Level of observation: proses yang menghubungkan bagian-bagian dari kehidupan dunia yang terpisah. Intentionality: situasi dimana sumber mengirimkan pesan kepada penerima dengan maksud mempengaruhi perilaku. Normative judgement: pertukaran verbal dari pikiran atau gagasan. Asumsinya, gagasan tersebut berhasil dipertukarkan.
Michael Moutley: komunikasi seharusnya dibatasi pada pesan yang secara intensional ditujukan kepada orang lain dan diterima mereka. Michael Moutley: komunikasi seharusnya dibatasi pada pesan yang secara intensional ditujukan kepada orang lain dan diterima mereka. Peter Andersen: komunikasi seharusnya melibatkan setiap perilaku yang bermakna bagi penerima apa pun caranya dan mempunyai maksud atau tidak. Clevenger: pesan-pesan yang dikirim secara intensional sajalah yang seharusnya dianggap komunikasi, namun intensionalitas itu sendiri sulit untuk ditentukan.
Source: pencipta pesan (originator of a message). Source: pencipta pesan (originator of a message). Receiver: pihak yang menjadi tujuan dari penyampaian pesan.
Message: isi dari tindak komunikatif. Stimuli yang disampaikan source/sender kepada receiver dalam bentuk verbal atau non verbal. Message: isi dari tindak komunikatif. Stimuli yang disampaikan source/sender kepada receiver dalam bentuk verbal atau non verbal. Channel: sarana/medium dimana pesan disampaikan dari source/sender kepada receiver. Meaning: aktivitas menginterpretasikan pesan.
Feedback: respon atau tanggapan terhadap pesan yang disampaikan. Feedback: respon atau tanggapan terhadap pesan yang disampaikan. Effect: hasil dari proses pertukaran pesan. Noise: setiap stimuli yang menghalangi kemampuan untuk mengirim atau menerima pesan.
Physical noise: suara gaduh, ruangan yang panas. Physical noise: suara gaduh, ruangan yang panas. Psychological noise: ketidakmampuan untuk memusatkan perhatian ketika menyampaikan atau menerima pesan. Semantic noise: perbedaan makna terhadap lambang-lambang tertentu dan ketika makna tersebut tidak dapat dipahami bersama.
People communicate for a variety of reason: People communicate for a variety of reason: Orang berkomunikasi untuk sejumlah alasan. Apa pun alasannya, komunikasi memungkinkan kita untuk menyampaikan aspek-aspek intelektual, emosional dan sosial dari diri kita. Communication may have intentional and unintentional effects: Apa yang kita ucapkan dan lakukan tidak selalu diberi makna oleh orang lain seperti yang kita kehendaki.
Communication is often reciprocal: Communication is often reciprocal: Ketika seseorang menyampaikan pesan, maka orang lain akan memberi tanggapan yang saling bertentangan. Sebagian orang memberi perhatian, sebagian lainnya tidak responsif. Communication involves at least two people, to varying degrees, influence each other’s actions: Orang berkomunikasi dengan, lebih dari sekadar berkomunikasi untuk orang lain.
Communication need not be successful to have occurred: Communication need not be successful to have occurred: Komunikasi adalah apa yang kita lakukan ketika menyampaikan pesan secara verbal/non verbal kepada orang lain. Tidak menjadi persoalan apakah yang kita lakukan berhasil atau tidak. Komunikasi adalah proses bertemunya orang yang memiliki perbedaan frame of reference dan field of experience guna menciptakan commonness.
Communication involves the use of symbols: Communication involves the use of symbols: Lambang-lambang bahasa (verbal/non verbal) secara lisan maupun tertulis merupakan alat utama dalam proses pengiriman dan penerimaan pesan.
Communication is affected by culture: Communication is affected by culture: Bagaimana kita menyampaikan dan menginterpretasikan pesan tergantung pada budaya kita. Communication is influenced by ethics: Komunikasi melibatkan pertimbangan etis (benar-salah, baik-buruk). Interaksi diharapkan dilakukan secara jujur, menghormati hak masing-masing dan bertanggung jawab terhadap tindakan yang dilakukan.
You cannot not communicate: You cannot not communicate: Kita mengkomunikasikan banyak hal meskipun kita tidak bermaksud secara intensional untuk berkomunikasi. Kita tidak selalu menyadari apa yang sesungguhnya kita komunikasikan. Communication occurs at two levels: content and relationships. Content (isi) merujuk pada apa yang dikatakan. Relationship (relasi) merujuk pada bagaimana memberi makna terhadap isi.
Communication is like the chicken-and-egg dilemma: Communication is like the chicken-and-egg dilemma: Komunikasi memiliki sifat yang dinamis. Communication transactions are between eithe equals or non equals: Komunikasi terjadi antara pihak-pihak yang setara maupun tidak setara.
Interactions are either symmetrical or complementary: Interactions are either symmetrical or complementary: Interaksi simetris terjadi ketika perilaku seseorang merupakan cerminan dari perilaku orang lain. Interaksi komplementer terjadi ketika orang yang berinteraksi terikat dalam perilaku yang berlawanan.
Communication is not always a good thing: Communication is not always a good thing: Komunikasi bukan tindakan yang baik atau buruk. Nilai komunikasi ditentukan oleh bagaimana komunikasi tersebut digunakan. Communication will not solve all problems: Komunikasi merupakan alat untuk menyampaikan sesuatu yang berkaitan dengan upaya mengatasi masalah.
Meaning rest in people, not words: Meaning rest in people, not words: Pemaknaan jauh lebih penting daripada kata-kata itu sendiri. Communication is not simple: Komunikasi memerlukan kecakapan-kecakapan (skills).
Kebutuhan fisik: Kebutuhan fisik: Individu sebagai makhluk sosial perlu berkomunikasi. Kebutuhan ego: Komunikasi memungkinkan seseorang dapat menemukan dan memahami dirinya sendiri. Kebutuhan sosial: Komunikasi merupakan sarana bagi seseorang untuk berinteraksi dengan orang lain.
Inklusi: kebutuhan untuk berinteraksi dengan orang lain. Inklusi: kebutuhan untuk berinteraksi dengan orang lain. Kontrol: kebutuhan untuk mempengaruhi orang lain. Afeksi: kebutuhan untuk menjalin komunikasi yang lebih akrab dan lebih pribadi.
Komunikasi efektif dipahami sebagai “keberhasilan” sender dan receiver dalam memahami pesan-pesan yang dipertukarkan. Komunikasi efektif dipahami sebagai “keberhasilan” sender dan receiver dalam memahami pesan-pesan yang dipertukarkan. Upaya mencapai komunikasi efektif bukan hal yang mudah. Pesan yang disampaikan seseorang belum tentu diterima oleh orang lain seperti yang diharapkan.
Unclear process: sender dan receiver tidak berbagi lambang-lambang yang sama. Unclear process: sender dan receiver tidak berbagi lambang-lambang yang sama. Personal limitations: keterbatasan fisik dan mental serta perbedaan pendidikan akan menghambat pencapaian pengertian bersama. Human nature: sikap atau perilaku orang (egois, berprasangka).
Conflicting feelings, goals, opinions: perbedaan pendapat dan tujuan akan menghalangi terciptanya kesamaan makna. Conflicting feelings, goals, opinions: perbedaan pendapat dan tujuan akan menghalangi terciptanya kesamaan makna. Power: komunikasi memiliki dimensi kekuasaan, The Power berhadapan dengan The Powerless.
Setiap orang memiliki pandangan dan persepsi mereka sendiri tentang hidup, cinta, sakit dan kesehatan. Setiap orang memiliki pandangan dan persepsi mereka sendiri tentang hidup, cinta, sakit dan kesehatan. Persepsi yang ada sebelumnya bisa menjadi penghalang untuk belajar tentang informasi baru. Orang-orang mungkin melihat dan mendengar hal lain yang berbeda dari apa yang Anda maksudkan Unlearning (mengubah apa yang telah dipelajari) juga merupakan bagian dari pembelajaran hal baru
Melatih kemampuan dalam mengembangkan dan menyampaikan pesan advokasi yang efektif dengan memanfaatkan data-data surveilans Melatih kemampuan dalam mengembangkan dan menyampaikan pesan advokasi yang efektif dengan memanfaatkan data-data surveilans
Statement : Message Utama Statement : Message Utama Evidence : Untuk mendukung “Message” utama, berupa fakta atau gambar Aksi yang diharapkan: Apa yang diharapkan setelah audiens mendengar
Statement: HIV/AIDS adalah ancaman serius bagi perkembangan ekonomi daerah kita dan menyebabkan beban yang sangat besar di keluarga serta masyarakat Evidence: Diperkirakan akan ada 1 juta ODHA dalam 5 tahun kedepan. 10 ribu anak akan kehilangan salah satu atau kedua orang tuanya karena AIDS. Populasi usia 15-50 tahun adalah yang paling terpengaruh dan merupakan usia produktif sehingga mempengaruhi angkatan kerja.
Setiap kelompok punya waktu 1/2 jam untuk: Setiap kelompok punya waktu 1/2 jam untuk: Menentukan tujuan advokasi. Memilih target audiens. Menentukan konteks : Mengembangkan one-minute message
Dostları ilə paylaş: |
|
|