Bab landasan teori tinjauan umum Men Space di Jakarta Defininisi Men



Yüklə 257,54 Kb.
səhifə4/4
tarix20.09.2017
ölçüsü257,54 Kb.
1   2   3   4

2.7.2.5 Desain Hard Rock Cafe


Pada saat memasuki area hard rock café Jakarta suasana elegant, sleek dan chic sangat terasa. Kemegahan tempat ini begitu terlihat dari penggunaan elemen elemen interior yang mengesankan nilai yang tinggi. Besar ruang hard rock café yang berlokasi di Pacific Place memang tidak lebih besar dibandingkan saat masih di eX. Tapi ceilingnya lebih tinggi,hingga interiornya pun terasa lebih lapang.

Gambar 2.38 Bagian luar Hard Rock Cafe

( Sumber : www.hardrock.com)


Pada ceiling treatment digunakan pengaplikasian cermin yang disusun pada bentuk yang asimetris dan geometris, sangat menonjol dan elegant. Pada wall treatment terletak banyak memorabilia music para legendaris dan juga terdapat banyak kutipan kata yang dikemas pada sebuah papan berwarna emas, wall treatment lainnya berupa wallpaper dan instalasi kayu pada stage.

Gambar 2.39 Dining Area Hard Rock Cafe

( Sumber : www.hardrock.com)
Pada floor treatment Hard Rock Café Jakarta hampr keseluruhan menggunakan parquet dan sisi tertentu menggunakan karpet. Permainan cahaya amat sangat memanjakan mata.. warna lighting diatur sedemikian rupa sehingga warna yang terpancar dapat menghipnotis mata dan mengesankan kesan rock and roll yang begitu kuat. Penggunaan furniture pada Hard Rock Café menggunakan furniture yang berkesan modern namun disisi lain terlihat sisi klasik yang megah. Pada music stage didesain berbentuk setengah lingkaran dengan menggunakan instalasi kayu dibagian belakang dan juga pada ceiling area tersebut.
2.7.2.6 Analisa SWOT pada Hard Rock Cafe

1. Strength


  • Hard Rock Cafe adalah Kafe yang sangat sangat berkonsep dan berkarakter, dan telah dikenal diseluruh dunia.

2. Weakness

3. Opportunity

      • Adanya sasaran pasar yang luas karena masyarakat saat ini cenderung lebih mencari hiburan yang sangat rekreatif, dan masyarakat saat ini sudah mengikuti tren yang ada.

4. Thread



2.7.3 Common House

2.7.3.1 Sejarah Common House

Pada tahun 2013 Common House berdiri, Dengan konsep one stop solution commercial place, Common House adalah salah satu image baru pada commercial place yang menyuguhkan beragam macam kebutuhan seperti retail, pop up space dan restaurant. Common House mengambil lokasi ditempat yang strategis, lingkungan yang ramai banyak dilalui masyarakat, tempat ini juga menarik perhatian karena membuat suatu industry kreatif dengan para kreatif muda. Membuat lokasi tersebut menjadi area dengan vibrant community.


2.7.3.2 Lokasi Common House

Lokasi Common House berada di Jalan Panglima Polim 9 No.16

Lokasi ini berada di pusat kota Jakarta Selatan.

Gambar 2.40 Denah lokasi Common House

(Sumber: Google Map)
2.7.3.3 Fasilitas Common House

1. Retail



  • Footurama

  • Stow

  • Elhaus

  • Seba Shoes

  • Manhattan Barbershop

  • Mama Goose Restaurant

2. Event space
2.7.3.5 Struktur Organisasi Common House

Gambar 2.41. Struktur Organisasi Common House

(Sumber : Dokumen Nur Shabrina, 2015)
2.7.3.6 Desain Common House

P
ada saat memasuki Common House suasana modern Urban sangat terasa, Berkiblat kepada desain interior yang sedang tren saat ini dengan konsep yang sedikit rustic dan raw industrial yang sangat kental. Common House banyak mengaplikasikan bahan material sederhana dan cenderung membumi, seperti penggunaan bata ekspos, lantai plester semen, parquet kayu. Common House memiliki desain yang mencerminkan desain yang hangat namun tegas, pengaplikasian warna pun memakai warna yang cenderung netral dan alami begitupun dengan penggunaan furniture yang cenderung memakai furniture kekayuan dan rotan. Semua tenants yang ada pada common house memiliki desain yang cenderung searah sehingga ambiance tempat ini sangat rapi, disiplin dan memiliki ambiance yang prestige.

Gambar 2.42. Tampak Depan

(Sumber : Dailywhatnot.com)


Common house adalah sebuah tempat retail komersil yang berkonsep, cukup banyak tenants yang hadir di common house mulai dari apparel, restaurant hingga barbershop. Area ini terbagi menjadi dua wilayah yaitu lantai satu dan lantai 2, lantai 1 dihuni oleh tenants khusus untuk apparel dan barbershop, sementara pada lantai 2 adalah restaurant. Common house juga diperuntukan untuk membuat event. Analisa desain interior dapat diuraikan menurut fasilitas yang ada, yaitu sebagai berikut:

1. Retail

Retail adalah adalah salah satu cara pemasaran produk meliputi semua aktivitas yang melibatkan penjualan barang secara langsung ke konsumen akhir untuk penggunaan pribadi dan bukan bisnis. Retail yang ada pada common house antara lain, sebagai berikut:

a.) Footurama

Footurama adalah sebuah concept store yang menjual produk-produk menswear, footwear dan aksesoris untuk pria urban saat ini, seiring berjalannya footurama akhirnya saat ini footurama menjual produk pakaian untuk wanita, namun masih sebatas penjualan online. Produk yang mereka jual merupakan local brand dan internasional brand. Tidak hanya itu footurama juga menjual buku, mainan seperti action figure, vinyl, dan music cd.

S
aat memasuki common house footurama akan dijumpai dibagian depan sesaat memasuki pintu masuk. Suasana industrialis begitu terasa saat memasuki concept store ini. Ruangan ini begitu terasa sporty dan masculine. Element interior yang dipergunakan juga sederhana, tidak ada Element interior yang terlalu mencolok pada ruangan ini.

Gambar 2.43. Tampak Depan Footurama

(Sumber : Photograph by Liandro N.I Siringoringo)



Gambar 2.44 Tampak Dalam Footurama

(Sumber : Photograph by Liandro N.I Siringoringo)

b.) Stow

Stow adalah sebuah concept store yang menjual produk-produk local brand khusus untuk wanita, seperti pakaian dan aksesoris untuk wanita. Barang yang dijual pun sangat ekslusif dilihat dari barang yang di display tidak terlalu banyak. Ketika memasuki stow, kesan industrial chic begitu terasa, warna natural begitu mendominasi, terdapat dinding ekspos bata yang di cat putih dan penggunaan material semen plester pada lantai, furniture yang digunakan adalah furniture kekayuan dengan ciri khas bergaya skandinavian.


Gambar 2.45 Tampak Dalam Stow

(Sumber : Photograph by Liandro N.I Siringoringo)

2. Barbershop

Barbershop merupakan jasa perawatan dan pemotongan rambut pada pria, Tidak hanya memangkas rambut atau menata rambut pria, namun juga mencukur rambut di muka, kumis dan jenggot. Pada common house juga terdapat barbershop yaitu Manhattan barbershop.

Manhattan barbershop adalah barbershop yang sudah memiliki nama di daerah Jakarta ini. Manhattan barbershop menyediakan fasilitas yang sama seperti kebanyakan barbershop yaitu fasilitas haircut dan grooming. Dan menjual beberapa produk rambut untuk pria.

Pada saat memasuki manhattan barbershop nuansa industrial retro begitu terasa, ruangan yang terkesan sangat hangat dan earthy. Dengan tidak begitu menggunakan banyak warna hanya sentuhan warna putih, coklat dan hitam. Furniture yang dipakai juga terbilang sedikit pada area styling juga hanya terletak cermin besar diletakan dengan posisi diagonal dan kursi cukur hidrolik.


Gambar 2.46 Tampak Dalam Manhattan Barbershop

(Sumber : Instagram)


2. Café & Restaurant

Café & Restaurant adalah tempat untuk menikmati makanan dan minuman serta tempat untuk berkumpul. Common house memiliki tenants café & restaurant yaitu MamaGoose. MamaGoose adalah restoran yang mengusung tema modern rustic yang ringan dan ceria. Restoran yang terletak di lantai dua gedung Common House yang terletak di bilangan panglima polim mengambil sedikit sentuhan industrial dari aksen logam dan lampu di beberapa sisi restoran dengan konsep open kitchen.

Kehangatan yang ditawarkan oleh Mamagoose juga terlihat dari interior yang digunakan di dalam restoran ini.Seperti penggunaan meja kayu dengan permukaan berhias keramik bermotif warna-warni cerah yag memberikan suasana homey dan nyaman. Demikian juga dengan hiasan dinding berupa lukisan kontemporer yang menarik. Tokoh Mother of Goose pun muncul pada wadah sendok dan garpu di atas meja yang bersisian dengan pot mungil berisi tanaman kecil yang segar.Selain itu juga desain yang terbuka membuat tempat ini semakin nyaman untuk bisa menghabiskan waktu berlama-lama dengan teman-teman ataupun pasangan. Hal unik lainnya dari Mamagoose adalah bar yang menjadi pembatas antara non-smoking area dengan smoking area. Bar Mamagoose terlihat seperti satu ruangan yang menggantung dan disekelilingnya terdapat kaca yang bisa langsung melihat pemandangan ke lantai bawah.

G

ambar 2.47 Interior MamaGoose

(Sumber : Ayu Maharani, talkmen)
2.7.3.7 Analisa SWOT pada Common House


  1. Strength

  • Common House adalah tempat komersial yang sangat konseptual dan berkarakter.

  • Memiliki tenants local brand yang sudah memiliki nama

  • Common House memiliki besaran luas yang besar.

  1. Weakness

  • Space untuk keberagaman untuk aneka product masih kurang

  1. Opportunity

  • Adanya sasaran pasar yang luas karena masyarakat urban saat ini cenderung lebih konsumtif untuk berbelanja, dan masyarakat saat ini sudah mengikuti tren yang ada.

  1. Thread

  • Sudah mulai berhadiran komersial place yang mengusung tema yang menyerupai, dengan kualitas hampir sama.



2.7.4 Meiso Reflexology

2.7.4.1 Sejarah Meiso Reflexology

Meiso Reflexology adalah tempat refleksi yang mengusung serangkaian relaksasi dengan fokus utama pada reflexology treatment. Dibawah naungan manajeme kenko fish spa and reflexology. Meiso Refexology memiliki dua jenis treatment utama yaitu kenko ways dan foot therapist. Meiso Reflexology mempunyai Lokasi store empat daerah di Indonesia seperti Jakarta, Bali, Bandung dan Surabaya, Dengan memiliki 20 store keseluruhannya.


2.7.4.2 Lokasi Meiso Reflexology

Lokasi Meiso Reflexology berada di Pacific Place, Lantai B1-28, Jl. Jend. Sudirman No.52-53, Kota Jakarta Selatan.

Gambar 2.49 Denah lokasi Meiso reflexology Pacific Place

(Sumber : Google map)


2.7.4.3 Fasilitas Meiso Reflexology

1. Layanan Foot Therapist

2. Layanan Kenko ways.


Gambar 2.48 Proses servis kenko ways dan foot therapist

(Sumber : www.meisoindonesia.com)

2.7.4.4 Desain Meiso Reflexology
Pada saat memasuki meiso reflexology suasana natural dan warm begitu terasa. Ruang treatment nya memiliki pencahayaan yang cukup tidak begitu terang namun tak terlalu redup sehingga konsumen merasa nyaman saat melakukan reflexology.

Gambar 2.50 Tampak Depan dan Dalam Meiso reflexology

(Sumber : Dok. Pribadi dan www.meisoindonesia.com)
2.7.3.7 Analisa SWOT pada Meiso Reflexology

Strength


  • Meiso reflexology merupakan tempat yang nyaman dan berada di mall besar di kawasan yang sering di jangkau masyarakat.

Weakness

  • Meiso reflexology mempunyai service treatment service yang lebih sedikit dibandingkan tempat refleksi lain.

  • Opportunity

  • Banyak pesaing yang menggunakan treatment yang sama.

Thread

  • Sudah mulai berhadiran tempat reflexology yang mengusung tema yang menyerupai, dengan kualitas hampir sama.

2.8. Hasil Kuesioner

Penelitian dilakukan dengan menyebarkan kuesioner pada tanggal 13 Maret – 23 Maret 2015. Penyebaran kuesioner dilakukan dengan cara menyebarkan secara langsung kepada responden khususnya laki laki perkotaan yang berdomisili di kota Jakarta yang memenuhi kriteria dan secara online (melalui jejaring social twitter, dan Facebook) dengan bantuan google spreadsheet. Jumlah data yang diperoleh dan dapat diolah sebanyak 70 responden.



  1. Profil Responden

Tabel 2-1. Profil Responden

Profil Responden

Jumlah

Persentase (%)

Jenis Kelamin

Pria


70 orang



100%




Usia Responden

21 – 26 tahun

26 - 30 tahun

30 – 35 tahun

diatas 35 tahun

26

31



9

4

70

37%

44%


13%

6%

100


Jenis Pekerjaan

Mahasiswa/pelajar

Wirausaha

Karyawan


Lain-lain

17

21



23

9

70

24%

30%


33%

13%

100


Penghasilan perbulan

1.000.000 – 3.000.000

4.000.000 – 6.000.000

lebih dari 6.000.000



24

16



30

70

34%

23%


43%

100

Sumber: Hasil Data Profil Responden Kuesioner
B. Frekuensi pria dalam kegiatan lifestyle & entretaiment

Tabel 2-2. Frekuensi pria dalam kegiatan lifestyle & entretaiment





Jumlah

Persentase (%)

Frekuensi Pria berbelanja

Setiap Bulan Sekali (12 kali)

Dua Bulan Sekali (6 kali)

Kurang dari 6 kali

Tidak pernah
Frekuensi Pria pergi ke café, bar&lounge

Setiap Bulan Sekali (12 kali)

Dua Bulan Sekali (6 kali)

Kurang dari 6 kali

Tidak pernah
Frekuensi Pria ke barbershop

Setiap Bulan Sekali (12 kali)

Dua Bulan Sekali (6 kali)

Kurang dari 6 kali

Tidak pernah
Frekuensi Pria ke reflexology

Setiap Bulan Sekali (12 kali)

Dua Bulan Sekali (6 kali)

Kurang dari 6 kali

Tidak pernah

41

15



10

6

70
47

15

5

3



70
35

15

14



6

70
27

26

14

3



70

58%


21%

14%


7%

100
67%

21%

8%

4%



100
52%

21%


20%

7%

100
39%

38%

20%


4%

100

Sumber: Hasil Data quisioner tentang frekuensi kegiatan lifestyle & entertainment pria
Dari tabel 2-2 diatas dapat terlihat bahwa mayoritas responden pria perkotaan melakukan kegiatan lifestyle dan entertainment, dari segi kegiatan frekuensi pergi ke café, bar lounge adalah kegiatan yang paling sering dilakukan sekitar 67% pria perkotaan sering mengunjungi café, bar & lounge. Respon lain juga dirasa memberikan hasil yang positif, hasil dari frekuensi dapat menjadi salah satu riset acuan membuat desain perancangan interior Men Space di Jakarta
C. Frekuensi Antusiasme pria perkotaan terhadap kepentingan servis dan fasilitas pada men space di Jakarta.

.


Sumber: Hasil Data Frekuensi Antuasiasme pria perkotaan terhadap kepentingan servis dan fasilitas pada men space di Jakarta
Dari diagram 2-1 diatas dapat disimpulkan untuk Antusiasme pria perkotaan terhadap kepentingan servis dan fasilitas pada men space di Jakarta adalah sebagai berikut:


  • Concept store for men, responden mayoritas sangat setuju berjumlah 70% atau sebanyak 49 orang.

  • Café & Bar, responden mayoritas sangat setuju berjumlah 80% atau sebanyak 56 orang.

  • Lounge ( Billiard, pingpong, bowling& game arcade), responden mayoritas sangat setuju berjumlah 68% atau sebanyak 48 orang.

  • Barbershop, responden mayoritas sangat setuju berjumlah 56% atau sebanyak 39 orang.

  • Reflexology, responden mayoritas sangat setuju berjumlah 51% atau sebanyak 36 orang.

D. Interior Pilihan Responden Untuk Men Space di Jakarta



Tabel 2-3. Interior Pilihan Responden Untuk Men Space di Jakarta

Interior pilihan responden

untuk men space di Jakarta

Jumlah

Persentase (%)

Pilihan Interior Untuk Sebuah Men Space di Jakarta

No. 1 (simple modern)

No. 2 (rustic)

No. 4 (industrial)

No. 5 (natural)

12

15



33

10

70

17%

21%


48%

14%

100


Sumber: Hasil Data Interior Pilihan Responden Untuk Men Space di Jakarta
Pada table 2-3 Penulis berupaya mencari tahu interior pilihan para responden, untuk menciptakan ruangan yang pada nantinya dapat mewakili keinginan mereka para lelaki yang menjadi responden. Dari hasil diatas minat interior pilihan responden terbanyak pada industrial kemudian rustic, simple modern dan natural.
E. Fasilitas Penunjang Yang Diinginkan di Men Space di Jakarta

Sumber: Hasil Data Interior Pilihan Responden Untuk Men Space di Jakarta






Dostları ilə paylaş:
1   2   3   4


Verilənlər bazası müəlliflik hüququ ilə müdafiə olunur ©genderi.org 2019
rəhbərliyinə müraciət

    Ana səhifə